Kawasan yang usianya belum genap setahun itu hancur lebur. Massa yang malam itu mengamuk juga melakukan pengrusakan di Malioboronya Kediri. Selain menjarah barang elektronik dan benda bersejarah milik Pemkab Kediri, kelompok anarkistis itu juga membawa fasilitas yang ada di pedestrian.
Baca Juga: Polisi Perketat Pengawasan di Area Bandara Dhoho
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti, sebanyak 17 unit kursi trotoar hilang dari lokasi. “Semuanya ludes setelah kejadian pada Sabtu (30/8) lalu,” ujar Putut.
Dari belasan kursi yang lenyap, hanya dua kursi yang kembali. “Alhamdulillah tadi malam dikabari pak Kasatpol-PP. Sisa 15 kursi lainnya masih belum dikembalikan,” terang Putut. Selain itu, DLH juga mencatat ada sekitar tujuh unit tempat sampah bertulis Kediri Berbudaya yang mengalami kerusakan.
“Jika kerusakannya bisa diperbaiki ya kita perbaiki. Tapi, kalau sebaliknya ya kami tampung dulu,” tambahnya. Lalu, kerusakan juga menyasar lampu pedestrian. Ada tudung lampu yang hilang. Sementara lampu-lampunya pecah.
“Saat ini sebagian masih dalam perbaikan, sedangkan untuk lampu pecah nanti bisa sambil berjalanlah,” jelasnya.
Kerusakan juga terjadi pada pot bunga dan dekorasi. Total ada 18 pot bougenville yang hancur, 16 lampu sorot pohon, 17 kursi trotoar, tujuh tempat sampah, hingga 13 unit lampu dekoratif. Serta tag name Kediri Berbudaya juga ikut rusak.
DLH menghitung nilai kerugian akibat aksi anarkistis ini mencapai Rp180 juta. Dari jumlah itu, kursi trotoar menjadi komponen paling mahal. Dengan harga per unit mencapai Rp3 juta. “Yang mahal itu kursi trotoar, per unitnya sekitar 3 juta rupiah,” tegasnya.
Meski begitu, pihak DLH belum bisa memastikan kapan dilakukan pengadaan ulang perbaikan. “Untuk pengadaan ulang perbaikan anggaran masih belum bisa memastikan,” pungkas Putut.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian