Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini yang Dilakukan Toko dan Mal ketika Kediri Dilanda Demo Berujung Kerusuhan

Ayu Ismawati • Senin, 1 September 2025 | 13:26 WIB

 

Gedung DRPR Kota Kediri yang terbakar dampak aksi demo berujung rusuh Sabtu (30/8) malam.
Gedung DRPR Kota Kediri yang terbakar dampak aksi demo berujung rusuh Sabtu (30/8) malam.

JP Radar Kediri-Demonstrasi yang memanas sejak Sabtu (30/8) sore membuat sejumlah pusat perbelanjaan atau mal, dan pertokoan tutup lebih awal. Mereka takut menjadi sasaran penjarahan setelah di beberapa lokasi demo terjadi aksi serupa.

Untuk diketahui, pertokoan di Jl Dhoho dan Jl Hasanudin biasanya baru tutup pukul 21.00. Bahkan, mal baru tutup pukul 22.00. Namun, Sabtu malam lalu mereka sudah tutup sejak pukul 18.00 dan pukul 19.00.

Kediri Town Square, Kediri Mall, Golden Swalayan, Superindo dan pusat perbelanjaan lainnya sudah gelap gulita sejak pukul 19.00. Demikian juga sejumlah toko di sekitarnya. Hal serupa juga dilakukan mayoritas toko di Jl Dhoho. 

Darmoro, salah satu pemilik toko di Jl Dhoho mengatakan, sejak sore memang beberapa pemilik toko sudah waswas. Mereka hanya membuka setengah pintu toko saja. Adapun lainnya mulai menutup toko sejak pukul 19.00 hingga pukul 19.30. “Karena (pendemo) ada yang lewat Jalan Dhoho, akhirnya banyak yang tutup,” ujarnya. 

Banyaknya massa aksi yang melintas di Jl Dhoho karena mereka hendak mendatani pos polisi di perempatan sumur bor atau di ujung Jl Dhoho. Tak hanya dirusak, pos polisi tersebut juga dibakar hingga menimbulkan kepulan asap hitam.

“Kebetulan anginnya mengarah ke utara. Jadi ada kekhawatiran (dari pelaku usaha Jl Dhoho, Red). Tapi alhamdulillah nggak ada (penjarahan di toko, Red),” lanjutnya. 

Meski para pedagang sempat khawatir, Darmoro bersyukur tidak ada dampak yang serius dari aksi itu. Tidak ada rumah maupun pertokoan yang menjadi sasaran amukan massa. 

“Kami hanya mengantisipasi. Dan nggak semua toko tutup lebih awal. Mungkin hanya sekitar 60 – 70 pesen saja yang tutup. Lainnya ada yang tetap buka normal,” ungkapnya. 

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, meski pusat perbelanjaan sudah tutup beberapa jam lebih awal, sejumlah pekerja tetap bertahan di depan. Mereka berjaga mengantisipasi kemungkinan kedatangan massa di sana. 

“Semua sudah sepakat untuk tutup jam 19.00 karena demonya memanas. Akhirnya langsung tutup dan lampu-lampu dipadamkan,” ungkap Agus, salah satu karyawan di tenant Kediri Mall yang hingga pukul 22.00 Sabtu malam lalu masih berjaga di sana.

Hal senada juga terlihat di beberapa toko di Jl Hasanudin. Meski toko mereka sudah tutup dan lampu dipadamkan, para pekerja tetap berjaga di depan toko untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Belum pulang. Ini sekalian memantau kondisi,” aku Joko, pekerja di salah satu toko di Jl Hasanudin. (ais/ut)

Editor : Mahfud
#tutup #mal #toko