Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Persiapan Ladrangan Siman: Menyambut Hari Sakral dengan Tarian dan Hasil Bumi

Jordan Rafael Anggara Saragih • Jumat, 4 Juli 2025 | 03:47 WIB
tarian tradisonal cunduk munur
tarian tradisonal cunduk munur

JP RADAR KEDIRI-Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Kamis sore (3/7).

Warga setempat tampak sibuk mempersiapkan acara adat tahunan bertajuk Ladrangan Siman Rahino Wijayanti. Yakni sebuah tradisi bersih desa yang punya makna spiritual dan kebudayaan.

Ladrangan bukan hanya sekadar ritual pembersihan fisik dan spiritual. Tetapi juga melambangkan rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi.

Sebelum melaksanakan perayaan, warga menyusun rapi hasil bumi seperti padi, pisang, dan berbagai hasil pertanian lainnya yang mencerminkan berkah dari alam.

Tidak hanya sebagai prosesi adat, perayaan ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni tari tradisional. Sejumlah penari muda sedang mempersiapkan penampilannya. Valeriana, penari dari Kepung mengaku akan menampilkan Tari Cunduk Menur.

"Tari Cunduk Menur menggambarkan sosok wanita cantik yang akan menjadi ‘Sisik Melik’ atau ‘Bunga Desa’ di lingkungannya. Biasanya tarian ini ditampilkan dalam acara seperti ulang tahun desa atau bersih desa seperti hari ini,” ujar Valeriana.

Selain Cunduk Menur, masyarakat juga akan menampilkan beberapa tarian lainnya seperti Merak Kepung, Tari Gambyong, Tari Merak, dan Tari Angsa.

"Setiap tarian punya makna tersendiri, ada yang menggambarkan keindahan alam, ada juga yang menjadi lambang kesuburan,” ujar Valeriana, penari asal Kepung.

Setiap tarian menyampaikan pesan yang berbeda  mulai dari keindahan alam hingga simbol kesuburan.

Secara khusus, Tari Gambyong menarik perhatian karena memiliki akar yang kuat dalam budaya Jawa, terutama yang berkaitan dengan ritual pertanian dan harapan akan kesuburan.

Gerakannya yang lembut dan penuh kelembutan mencerminkan keseimbangan antara manusia dan alam.

Warga Desa Siman, mulai dari anak-anak hingga orang tua, berpartisipasi dalam berbagai persiapan: mulai dari menghias panggung, menata sesajen, hingga menyiapkan kostum dan perlengkapan untuk pentas.

Suasana gotong royong sangat terasa, mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa yang masih terpelihara.

Acara Ladrangan Siman Rahino Wijayanti hari ini menjadi bukti nyata kekuatan budaya dalam memperkuat tali persaudaraan serta menghubungkan manusia dengan alam dan Sang Pencipta. Semua elemen bersatu dalam tarian, doa, dan kebersamaan.

Lebih dari sekadar sebuah acara budaya, Ladrangan Siman Rahino Wijayanti adalah manifestasi dari kebersamaan serta hubungan antara manusia dengan alam dan Sang Pencipta.

Di tengah gempuran zaman, tradisi ini berfungsi sebagai pengingat bahwa harmoni dapat terus dipelihara melalui seni, rasa syukur, dan persaudaraan.

Semoga perayaan ini tidak hanya sekadar menjadi pertunjukan tahunan, tetapi juga menjadi sumber semangat untuk melestarikan kearifan lokal agar tetap hidup dari generasi ke generasi.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#Ladrangan Siman #Tari Cunduk Menur #kepung #tari tradisional #desa siman #kebersihan desa