Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wow! Ini Hutan Joyoboyo: Ruang Hijau Sunyi yang Menyimpan Keanekaragaman Pohon Dunia

Jordan Rafael Anggara Saragih • Kamis, 3 Juli 2025 | 11:00 WIB
suasana Hutan di JOYOBOYO
suasana Hutan di JOYOBOYO

JP RADAR KEDIRI- Di balik hiruk pikuk Kota Kediri, ada Hutan Joyoboyo yang menyimpan suasana tenang. Lokasinya berada di Banjaran, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Jawa Timur. Hutan ini menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang tetap tenang di tengah kota.

Meskipun  disebut taman, kawasan ini sebenarnya adalah hutan kota. Ada berbagai jenis pohon dari belahan dunia. Pohon yang dapat ditemukan di Hutan Joyoboyo meliputi pohon kepuh yang berasal dari Afrika Tengah, pohon beringin yang banyak dijumpai di Asia, serta pohon gamal yang berasal dari Amerika Tengah.

Ada juga skybridge. Sebuah jembatan tinggi yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati pemandangan hutan dari ketinggian.

Khulis, salah satu staf pengelola Hutan Joyoboyo, menjelaskan bahwa area ini sering disalahpahami sebagai taman. "Ini hutan kota, bukan taman", ucapnya.

Hutan tersebut biasanya akan ramai jika ada acara dari instansi. "Kalau tidak, ya sepi. Paling ada warga dan anak-anak yang main di sini," ujar Khulis.

Ia juga menyatakan bahwa pihak pengelola terus melakukan perawatan seperti reboisasi, meskipun beberapa fasilitas seperti taman baca belum berfungsi secara optimal.

"Alhamdulillah masih terawat, meskipun taman bacanya belum efektif," tambahnya.

Khulis juga menekankan beberapa tantangan yang di hadapi hutan ini. Beberapa pohon telah mulai rusak, bahkan ada yang harus dipangkas dan tebang demi keselamatan pengunjung.

“Ada pohon beringin yang akarnya mulai rapuh, ada yang mati, batangnya jatuh, jadi lebih baik dipotong daripada membahayakan,” ungkapnya. Pohon gayam juga tumbang akibat hujan dan angin kencang beberapa waktu lalu.

Selain itu, ia menyatakan bahwa anggrek yang banyak menempel pada pohon sebenarnya merupakan jenis benalu parasit.

"Anggrek itu adalah jenis benalu, yang menyerap nutrisi dari pohon inangnya, sehingga jika pohonnya sudah tua dan lemah, maka akan cepat rusak," jelasnya.

Baca Juga: Akhir Mei Lapak PKL Harus Bersih! Pemkot Kediri Deadline Kepindahan Pedagang Joyoboyo dan Patiunus

Armada, petugas lain di lokasi, menambahkan bahwa terdapat beberapa pohon yang dikarantina untuk mencegah penyebaran penyakit tumbuhan.

"Ada yang kami karangtina terlebih dahulu, agar tidak menyebar ke pohon lainnya," ujarnya 

Kondisi Hutan Joyoboyo pada musim hujan juga memerlukan perhatian lebih. Jalan yang licin dan tertutup oleh rumput liar dapat membahayakan pengunjung.

"Dulu rumputnya tidak ada, tetapi sekarang tumbuh liar. Ketika musim hujan, jalanan menjadi licin. Pernah juga ada pohon yang tumbang di malam hari," pungkas Khulis.

Dengan keanekaragaman hayati dan suasana yang asri, Hutan Joyoboyo menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang penting bagi masyarakat Kediri.

Dukungan perawatan berkelanjutan dari petugas, warga, dan pemerintah menjadi kunci agar kawasan hijau ini terus lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#jawa timur #kediri #wisata 2025 #hutan joyoboyo #kota kediri