KEDIRI, JP Radar Kediri- Mayoritas daerah di Kediri Raya telah memasuki musim kemarau. Namun, baru di tahap awal.
H puncak musim kemarau sendiri diprediksi baru akan berlangsung pada bulan Agustus mendatang.
Prediksi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri Lukman Soleh melalui Prakirawan Cuaca Rendi Lucky Hartanto.
Dia mengatakan, musim kemarau mulai terasa sejak Mei lalu. Namun, memang masih terjadi beberapa kali hujan.
Alasannya, ada gangguan cuaca dengan pusat tekanan rendah. Khususnya di wilayah Jawa Timur. Hal ini mengakibatkan adanya konvergensi angin atau pertemuan aliran angin yang masuk.
Kondisi tersebut membuat atmosfer menjadi basah atau membuat pertumbuhan awan konvektif semakin intensif.
“Sehingga pertumbuhan awan hujan juga semakin kuat di wilayah Jawa Timur khususnya,” jelas Rendi. Selain itu, aktifnya gelombang rossby juga menambah udara basah.
Dia mengatakan, musim kemarau tahun ini berbeda dari sebelum-sebelumnya. Pada 2025 ini durasi kemarau diprediksi akan lebih singkat.
Hanya sekitar 4-5 bulan saja. “Jika 2024 itu kemaraunya lebih dari 5 bulan, untuk tahun ini di bawah itu,” jealsnya.
Hal senada disampaikan Ketua Tim Kerja Meteorilogi Publik BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri Satria Krida Nugraha.
Dia menambahkan, walaupun musim kemarau, diperkirakan masih tetap turun hujan beberapa kali.
“Meskipun kemarau, tetap ada hujan. Meskipun itu hujannya hujan-hujan ringan gitu. Selama 1 bulan curah hujannya maksimal 150 mm,” jelas Satria. (sad/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita