Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Peringati Satu Suro, Kenduri Sesaji di Pamuksan Sri Aji Jayabaya Sukses Pikat Pengunjung Dari Lokal Hingga Luar Kediri

Zeyra Putri Widhianingtyas • Jumat, 27 Juni 2025 | 01:44 WIB
Peringati Satu Suro, Kenduri Sesaji di Pamuksan Sri Aji Jayabaya Sukses Dibanjiri Pengunjung Dari Lokal Hingga Luar Kediri
Peringati Satu Suro, Kenduri Sesaji di Pamuksan Sri Aji Jayabaya Sukses Dibanjiri Pengunjung Dari Lokal Hingga Luar Kediri

JP Radar Kediri – Kegiatan tahunan sambut malam Satu Suro Pamuksan Sri Aji Jayabaya, sukses digelar pada Kamis, 26/6/2025. Rangkaian acara peringatan tahun baru Jawa ini diawali dengan pencucian bangunan petilasan dan kenduri sesaji warga.

Kenduri sesaji warga dilaksanakan mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, lebih tepatnya di Pendopo Kegiatan Kompleks Pamuksan Sri Aji Jayabaya, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Kearifan Budaya Sambut Bulan Suro, Berikut Deretan Agenda Adat Yang Masih Melekat di Masyarakat Kediri

Kegiatan budaya ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh pengunjung dari lokal Kediri hingga luar kota seperti Gresik, Malang, Nganjuk, Surabaya, dan lain lain.

“Ini kan nguri-uri budaya Jawa, saya melakukan ini atas inisiatif saya sendiri, sebagai bentuk pengabdian kepada leluhur saya, jadi tidak hanya sebagai peringatan tahun baru Jawa, tapi peringatan hari keberkahan” tutur Wakid, pengunjung asal Nganjuk, saat diwawancarai Radar Kediri, 26/6/2025.

Baca Juga: Tradisi Larung Sesaji Gunung Kelud: Warisan Budaya Sakral Peringatan Satu Suro di Kediri

Selain sebagai peringatan momen pergantian tahun Jawa, kegiatan budaya ini dilakukan sebagai wujud penghormatan kepada Sang Prabu Jayabaya untuk memohon berkah dan rezeki.

Juru kunci Pamuksan Sri Aji Jayabaya, Sunardi, pria 60 tahun yang kerap disapa Mbah Gabing, menjadi pemimpin sekaligus pemandu kegiatan tersebut.

Baca Juga: Malam 1 Suro Segera Tiba, Ini Amalan dan Doa yang Dianjurkan untuk Tolak Bala dan Mohon Keselamatan

Berdasarkan pengamatan jurnalis Radar Kediri, kegiatan budaya tersebut diawali dengan permohonan doa dan pembagian hidangan sesaji di pusat pendopo yang dilingkari oleh ratusan pengunjung.

“Kenduri sesaji ini persembahan untuk Sang Prabu, tujuan sesaji ini biar semua diberkahi, sebagai penghormatan dan permohonan keselamatan. semua makanan di sini saya yang menyiapkan, setiap makanan juga ada maknanya” jelas Mbah Gabing.

Baca Juga: Malam 1 Suro 2025 Jatuh di Malam Jumat Kliwon, Begini Mitos dan Tradisi yang Masih Dilestarikan

Mbah Gabing menambahkan sesaji yang dipersembahkan untuk kenduri adalah makanan yang khas dan dipercaya memiliki makna spiritual. Dari keterangan Mbah Gabing, beberapa hidangan antara lain jenang suro, yang memiliki makna permohonan keselamatan, sego golong untuk menghormati Sang Wali, serta aneka tumpeng ketan.

Gelaran budaya Desa Menang tidak hanya dilangsungkan satu hari saja. Namun akan tetap dilaksanakan sepanjang Bulan Suro di tanggal tanggal tertentu. Puncak acara Suroan di Desa Menang adalah Kirab Budaya yang akan dilaksanakan pada Jumat pagi, 27 Juni 2025 dari Balai Desa Menang menuju Pamuksan Sri Aji Jayabaya.

Baca Juga: Weton Tulang Wangi, Lahir dengan Aura Gaib? Ini Ciri-ciri dan Pengaruhnya Saat Malam 1 Suro

Kenduri Satu Suro warga Desa Menang merupakan kegiatan tahunan yang menjadi bagian dari adat istiadat setempat. Gelaran ini tidak hanya menjalankan tradisi, namun juga menjadi nyawa budaya masyarakat untuk menyatukan generasi dalam satu doa dan penghormatan kepada leluhur Sang Prabu Sri Aji Jayabaya.

Editor : Jauhar Yohanis
#budaya #bulan Suro #Adat #malam satu suro #jawa #berita kediri hari ini #satu suro #kalender jawa