Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Rangkaian Acara Menyambut Tradisi Suroan di Petilasan Joyoboyo, Mulai dari Pencucian Pusaka hingga Kirab

Diana Yunita Sari • Kamis, 26 Juni 2025 | 00:23 WIB

Mbah Sempu, juru kunci Sendang Tirta Kamandanu
Mbah Sempu, juru kunci Sendang Tirta Kamandanu

Tradisi suroan adalah tradisi rutin yang dilaksanakan untuk menyambut kalender baru jawa yaitu pada 1 Suro yang tahun ini jatuh pada hari Jumat 27 Juni 2025. Di Kediri sendiri, tradisi suroan rutin dilakukan setiap tahun, khususnya di Pemuksan Sri Aji Joyoboyo dan Sendang Tirta Kamandanu yang berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Menurut Mbah Sempu (77), juru kunci Sendang Tirto Kamandanu, acara Suroan merupakan tradisi peninggalan leluhur yang tak boleh ditinggalkan dan harus selalu dilestarikan.

“Ini adat, ini peninggalan, jadi harus dilestarikan. Nggak boleh diubah. Ini warisan zaman Sri Aji Jayabaya,” ujarnya ketika ditemui di lokasi pada Rabu pagi (25/6).

Baca Juga: Malam 1 Suro Segera Tiba, Ini Amalan dan Doa yang Dianjurkan untuk Tolak Bala dan Mohon Keselamatan

Sempu menjelaskan dalam Tradisi Suroan di petilasan Sri Aji Joyoboyo tahun ini akan ada rangkaian acara dimulai dengan pemasangan tarub dan janur-janur di sekitar sendang dan petilasan. Sore harinya, masyarakat dihibur dengan pagelaran campursari Mahkota Buana Jambean di Pendopo Balai Desa Menang. Lebih rinci sebagai berikut

Pencucian Pusaka

Pada hari Kamis tanggal 26 Juni, jalan raya di sekitar petilasan sudah mulai ditutup untuk kelancaran acara. Pagi hari rangkaian acara dimulai dengan pencucian manik atau pusaka di lokasi Pamuksan Sang Prabu Sri Aji Jayabaya. Warga dari berbagai daerah akan datang membawa batu manik dan pusaka mereka untuk disucikan. 

“Pusaka dikumpulkan di peti, terus satu per satu dibersihkan pakai air dari sumber suci di sendang,” jelas Mbah Sempu. Tak hanya pusaka, pemiliknya juga turut memercikkan air sebagai simbol pembersihan diri.

Kenduri dan Pergelaran Wayang

Menjelang malam, masyarakat akan berkumpul di pendopo untuk kenduri dan doa bersama. Pukul 8 malam, acara berlanjut dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Gede Ariawan. Ribuan penonton melek’an di pendopo, ada juga yang bertapa atau semedi di sekitar sendang sesuai kepercayaan masing-masing.

Baca Juga: Lahir Weton Pahing? Waspada di Bulan Suro! Bisa Dapat Rezeki Ngalir Deras atau Justru Kena Gangguan Gaib

Kirab Budaya dan Edukasi Sejarah Jayabaya

Puncak acara digelar pada hari Jumat pagi 27 Juni. Mulai pukul 4 pagi, puluhan peserta kirab yang terdiri dari siswa SD hingga SMA dari berbagai desa mulai dipaes, mengenakan busana adat Jawa lengkap. Pukul 07.00, prosesi diawali dengan upacara di petilasan Jayabaya, dihadiri warga, perwakilan pemerintah, serta Yayasan Keraton Yogyakarta.

Dalam upacara tersebut, disampaikan sejarah tokoh Sri Aji Jayabaya kepada masyarakat. Diketahui, petilasan ini dipercaya sebagai tempat moksa raja Kediri yang terkenal dengan ramalan dan kebijaksanaannya itu. Sementara Sendang Tirto Kamandanu adalah lokasi semedi dan tempat ia melepas mahkota terakhir kalinya.

Baca Juga: Malam 1 Suro 2025 Jatuh di Malam Jumat Kliwon, Begini Mitos dan Tradisi yang Masih Dilestarikan

Pukul 09.00 hingga 11.00, kirab budaya dimulai dari pendopo desa menuju pamuksan. 

“Suroan ini bukan cuma ritual, tapi juga cara kami melestarikan budaya. Generasi muda bisa belajar soal seni, sejarah, dan spiritualitas di sini,” pungkas Mbah Sempu. 

Baca Juga: Kapan Malam 1 Suro 2025? Ini Tanggalnya, Makna Mistis dan Larangannya Bikin Merinding!

Suroan di Menang bukan sekadar acara tahunan, melainkan napas panjang budaya Jawa yang terus dijaga. Sebuah peristiwa spiritual sekaligus budaya yang menyatukan generasi dalam satu doa dan penghormatan pada leluhur. Bagi kamu yang ingin datang untuk melihat acara suroan, dihimbau untuk melalui Jalan Raya Pamenang karena akses di Jalan Totok Kerot akan ditutup selama acara.

Editor : Jauhar Yohanis
#suro #kediri #1 suro #kirab 1 suro #1 Suro 2025 #sendang tirta kamandanu kediri #sri aji jayabaya #tradisi suroan