Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Selomangleng: Gua Batu yang Tak Boleh Diubah! Ini Pengakuan Orang yang Suka Bertapa

Jordan Rafael Anggara Saragih • Rabu, 18 Juni 2025 | 21:04 WIB
Goa SeloMaleng
Goa SeloMaleng

JP RADAR KEDIRI-  Gua Selomangleng adalah salah satu situs bersejarah yang terkenal di Kota Kediri, Jawa Timur.

Terletak di Jalan Mastrip, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, gua ini berada di lereng Gunung Klothok yang menjulang di sisi barat kota.

Gua ini tidak hanya menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu, tetapi juga menyimpan nilai spiritual yang masih diyakini oleh masyarakat hingga saat ini. Pada hari Selasa, 17 Juni 2025, Goa ini masih terus dikunjungi oleh masyarakat untuk berbagai tujuan, mulai dari wisata hingga pertapaan.

Meskipun terlihat seperti batu besar biasa dari luar, Gua Selomangleng sebenarnya menyimpan kisah yang mendalam. Terbuat dari batu andesit hitam alami, gua ini diperkirakan telah ada lebih dari lima abad yang lalu.
Di dalamnya terdapat patung dan batu, namun tidak ada tambahan hiasan atau renovasi modern.

Widodo, seorang petugas yang telah lama bertugas merawat gua, menyatakan bahwa struktur gua tidak boleh diubah sedikit pun. "Gua ini terbuat dari batu alam, bukan buatan manusia zaman sekarang.

Jika direnovasi atau ditambah semen, justru akan menghilangkan keasliannya," ujarnya. Ia membersihkan bagian dalam gua secara rutin, hanya menggunakan air, bunga, dan minyak wangi tradisional.

"Biasanya saya menggunakan bunga setaman, minyak saffron. Harum tetapi tetap alami. Tidak boleh menggunakan sabun atau bahan kimia, nanti akan merusak," jelas Widodo.

Pada malam hari, suasana gua menjadi sangat sunyi dan sering dipakai orang bertapa di goa . Widodo mengakui bahwa ada orang-orang yang datang untuk melakukan pertapaan. Mereka biasanya membawa dupa, bunga, dan minyak wangi untuk keperluan ritual.

"Saya sendiri tidak pernah masuk malam-malam. Hawanya berbeda. Namun, yang bertapa ada, kepercayaannya masing-masing," katanya dengan tenang.

Tidak hanya dijaga kebersihannya, gua ini juga menjadi bagian dari kawasan wisata yang mencakup museum kecil dan kolam renang. Pemerintah setempat turut menjaga pelestariannya sebagai bagian dari warisan budaya Kediri. Pengunjung pun datang silih berganti, terutama saat akhir pekan atau hari libur.

Siti salah satu pengunjung asal Jong Biru, menyebut bahwa ia sering berkenjung ke Goa ini, “Abis renang  bersama anak- anak di Dlopo, terus  mampir ke gua sama teman saya dari Pemalang".

Tempatnya memang beda, katanya juga suka dipakai buat pertapaan atau acara spiritual seperti jaran kepang,” ceritanya.

Gua Selomangleng tak hanya menyimpan sejarah kerajaan masa lalu, tetapi juga mempertahankan makna sakral yang tetap hidup dalam masyarakat.

Dari cerita rakyat hingga laku spiritual, semuanya berpadu dalam sebuah ruang batu yang tetap alami, sunyi, dan bermakna.

Dengan lingkungan alami yang tetap terjaga dan narasi sejarah yang terus berlanjut melalui cerita rakyat, Gua Selomangleng menjadi salah satu bukti bahwa warisan budaya tidak hanya dilestarikan secara fisik, tetapi juga melalui makna yang ditanamkan oleh masyarakat yang menghargainya.

Editor : Jauhar Yohanis
#pertapaan #goa selomangleng #sakral