KABUPATEN, JP Radar Kediri-Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri menerjunkan puluhan personel saat Hari Raya Idul Kurban Jumat (6/6) lalu. Tujuannya untuk melakukan pemeriksaan penyembelihan hewan kurban.
Salah satunya fokus mengecek kondisi jerohan hewan. Yang berdasar pengalaman tahun lalu banyak ditemukan cacing hati.
Dari beberapa lokasi penyembelihan yang didatangi oleh tim DKPP, salah satunya adalah Masjid Agung An-Nuur, Pare. Tim memeriksa penyembelihan total sekitar 50 hewan kurban.
Di antara hewan-hewan itu ada binatang kurban milik pejabat publik. Yaitu sapi dari Presiden Prabowo Subianto, dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa, dan dari Bupati Hanindhito Himawan Pramana.
Ketua Takmir Masjid Agung An-Nuur, Pare Dafid Fuadi mengatakan, sapi-sapi milik tiga pejabat itu langsung disembelih kemarin usai salat Idul Adha.
"Semua sapi termasuk kambing kurban milik warga diserentakkan disembelih setelah salat Idul Adha dan selesai sebelum salat Jumat,” kata Dafid.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyebut kemarin timnya melakukan pemeriksaan post mortem atau pemeriksaan pasca-penyembelihan hewan kurban. Hasilnya, dalam pemeriksaan hewan kurban di Masjid An-Nuur seperti sapi milik Prabowo, Khofifah, dan Dhito dinyatakan sehat.
“Daging sehat, jerohan juga layak dikonsumsi,” kata Tutik.
Selain melakukan pemeriksaan di Masjid An-Nuur menurut Tutik pihaknya menerjunkan banyak tim untuk ke kecamatan. Bahkan, mantri-mantri juga diterjunkan ke desa-desa untuk memeriksa penyembelihan hewan kurban.
Bagaimana dengan lokasi penyembelihan yang tak terjangkau petugas? Tutik meminta masyarakat untuk melakukan pemeriksa mandiri. Terutama di bagian jeroan hewan seperti hati. Jika ada cacing di sana, Tutik meminta agar jeroan tidak dikonsumsi.
"Cacing hati yang banyak ditemui dari pengalaman beberapa tahun kemarin. Makanya kami menyosialisasikan untuk hati yang sudah dipastikan banyak cacingnya untuk tidak dibagikan atau tidak dikonsumsi,” terang Tutik sembari menyebut hati terinfeksi harus dikubur.
Bagaimana cara mengidentifikasi keberadaan cacing hati? Selain bisa dilihat kasat mata, menurut Tutik kondisi hati yang sehat bisa terlihat dari ciri permukaan yang licin dan halus. Kemudian, di bagian pinggirnya lancip. Tidak ada bentukan lain di permukaan hati.
"Tapi kalau misalkan tebingnya itu sudah tidak lancip dan kemudian ada beberapa tonjolan-tonjolan di permukaan itu perlu diwaspadai karena infeksinya di situ. Jadi biasanya kami iris kemudian kami lihat pasti ada cacingnya,” jelasnya.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri juga memeriksa penyembelihan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Kediri. Di hari pertama kemarin, penyembelihan hewan kurban selesai sekitar pukul 09.00.
Kepala DKPP Kota Kediri M. Ridwan menyebut, kemari nada tujuh ekor sapi yang disembelih. Selama proses penyembelihan diawasi oleh dokter hewan. Salah satunya untuk memastikan daging layak dikonsumsi serta tidak terjangkit penyakit.
“Sampai sejauh ini, alhamdulillah hari pertama ini tidak kami temukan daging yang tidak layak. Termasuk untuk organ dalam yang biasanya berpotensi cacing hati, Alhamdulillah tidak ada,” tandas Ridwan ditemui di RPH Kota Kediri kemarin.
Meski banyak hewan kurban yang diproses di RPH, namun tidak sedikit yang juga disembelih sendiri oleh masyarakat. Yakni di lingkungan-lingkungan masyarakat. Pihak pun mengimbau agar masyarakat memperhatikan pengolahan limbah seperti kotoran hewan. “Untuk kotorannya (hewan, Red) bisa ditimbun, tidak dibuang ke sungai atau ke tempat sampah,” pinta Ridwan sembari menyebut hal itu sebagai upaya pencegahan penularan penyakit antarhewan. (*)
Editor : Mahfud