Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tiba di Tanah Suci, Jemaah Haji Kediri Nikmati Ibadah dan Ziarah Meski Cuaca Makkah Capai 44 Derajat

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 17 Mei 2025 | 11:05 WIB
Kusnani, jemaah haji berkursi roda asal Desa Kwadungan, Ngasem berdoa di Masjid Nabawi usai salat Jumat kemarin.
Kusnani, jemaah haji berkursi roda asal Desa Kwadungan, Ngasem berdoa di Masjid Nabawi usai salat Jumat kemarin.

MADINAH, JP Radar Kediri-Sempat waswas keruwetan saat penerbangan berlanjut hingga ke Tanah Suci, alhamdulillah hal tersebut tidak terjadi.

Penempatan jemaah asal Kabupaten Kediri yang masuk kelompok terbang (kloter) 45 dan 46  berjalan lancar. Tidak ada yang terpisah.

Semua jemaah berada di satu hotel sesuai kloter. Jemaah kloter 45 di Hotel As'saara Golden Hotel.

Sekitar 500 meter arah barat dari pintu Assalam Masjid Nabawi. Sedangkan kloter 46 tinggal di Grand Plaza Madina, hanya 100 meter di utara pintu 339.

"Alhamdulillah kami semua kumpul satu hotel. Akomodasi makan kami juga lancar. Tidak ada yang tertinggal. Menu makannya juga enak. Cuma kurang pedes saja," ujar Ali Adenan, salah satu jemaah kloter 45.

          Selain tempat tinggal yang relatif nyaman, cuaca di Kota Madinah juga relatif bersahabat. Meski panas tapi tidak mengganggu aktivitas beribadah jemaah. Termasuk saat kami mendoakan salah satu jemaah asal Nganjuk yang berpulang bakda Isyak.

          Banyaknya jemaah haji yang berdatangan ke Madinah membuat Masjid Nabawi selalu penuh. Setiap pelaksanaan salat fardhu jemaah selalu meluber. Bahkan saat salat Jumat (16/5) jemaah meluber hingga ke jalan-jalan di sekitar Nabawi.

"Saya ke masjid pukul 09.00. Tadi hampir tidak bisa masuk karena sudah penuh. untung masih bisa", tutur Ali Adenan lega.

Saking banyaknya jemaah, askar terlihat sibuk mengarahkan jemaah ke beberapa tempat yang dinilai masih longgar. Begitu lokasi penuh, mereka langsung memasang portal menutup area.

Baru sekitar pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Masjid Nabawi benar-benar sudah penuh sesak. Padahal Salat Jumat  baru akan dimulai pukul 12.18.

          Sementara itu, jika jemaah di Madinah fokus beribadah di Masjid Nabawi, jemaah haji yang sudah berada di Makkah tengah menunggu ibadah wajib. Selain melakukan salat lima waktu di Masjidil Haram, jemaah juga mengisi dengan beribadah sunnah hingga ziarah atau city tour.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengatakan, bahwa jemaah sudah tiba di Makkah sejak Rabu (14/5) lalu. Selain salat jemaah di Masjidil Haram, tidak sedikit yang berziarah ke tempat-tempat bersejarah.

“Ada juga yang mengikuti kegiatan pembinaan manasik haji untuk penguatan. Selain itu juga zikir bersama. Yang secara umum pelaksanaan ibadah di masjidil haram,” jelasnya bersyukur kondisi jemaah relatif sehat.

          Untuk diketahui, jika jarak Masjid Nabawi dengan hotel jemaah relatif dekat, tidak demikian dengan penginapan jemaah di Makkah. Jemaah harus menumpang bus untuk ke Masjidil Haram karena jaraknya lebih jauh. 

          Mohamad Saiful, jemaah dari kloter 6 Kabupaten Kediri mengaku harus menunjukkan paspor dan visa untuk masuk ke Masjidil Haram. Sebab, hingga kemarin dia belum menerima kartu nusuk yang jadi syarat untuk mengakses berbagai jenis fasilitas ibadah haji.

          Selain menggelar ibadah rutin, Saiful bersiap melakukan ziarah ke kota Makkah mulai hari ini (17/5).

Beberapa tempat yang akan dikunjungi di antaranya, Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Muzdalifah. Jemaah juga dijadwalkan mengunjungi Jabal Qurban, Jamarat Mina, Gua Hira, Jannatul Ma’la, hingga Masjid Jin.

          Dengan suhu di Makkah yang mencapai 44 derajat, saat melakukan city tour jemaah diminta membawa air minum dingin. “Kami juga diminta memakai kacamata dan payung,” ungkap Saiful.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #Jemaah Haji 2025 #jemaah haji