Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
KEDIRI, JP Radar Kediri– Tingginya aktivitas masyarakat merayakan Lebaran berdampak pula pada peningkatan jumlah sampah di Kabupaten Kediri. Selama Hari Raya Idul Fitri, volume sampah tembus di angka 145,9 ton per hari.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Kediri Arman Fuadi mengatakan, kenaikan timbulan sampah ini merupakan hal yang lumrah terjadi saat perayaan Lebaran. Menurutnya, peningkatan ini disebabkan karena tingginya konsumsi masyarakat.
Baca Juga: Penumpang bus di Terminal Tamanan Kota Kediri Naik Drastis saat Arus Balik
“Kegiatan warga pada momen ini lebih banyak di luar rumah. Aktivitas belanja dan kuliner meningkat, otomatis timbulan sampah juga naik,” jelas Arman.
Penambahan sampah lebih banyak berupa sampah anorganik seperti bungkus makanan, botol minuman, dan kemasan-kemasan plastik. “Ini yang sehari-hari dihasilkan dari kegiatan masyarakat,” imbuhnya.
Baca Juga: Lebaran, Satu Nyawa Melayang Sia-Sia di Jalan Kediri - Nganjuk
Saat hari biasa, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekoto, Badas berkisar 132,3 ton setiap harinya. Namun selama Idul Fitri, angkanya melonjak hampir 146 ton per hari.
“Kenaikan volume sampah tersebut mencapai 10,3 persen,” tuturnya atau naik 13,6 ton per hari.
Meskipun TPA Sekoto masih mampu untuk menampung sampah di Kabupaten Kediri. Pihak DLH tetap berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk melakukan pengurangan.
Baca Juga: Ini yang Dilakukan Pemkot Kediri Waspadai Konten Pornografi yang Semakin Marak
“Penyumbang sampah terbesar di wilayah Kabupaten Kediri selama Lebaran didominasi di kawasan wisata,” terangnya.
Oleh karena itu, selama momen ini pihaknya memiliki program mudik minim sampah. Tak hanya itu, DLH mengerahkan 148 petugas kebersihan yang disebar ke berbagai titik strategis, mulai dari jalan protokol, perumahan, hingga kawasan wisata.
Baca Juga: Kapolda Jatim Sowan ke Kiai Anwar Iskandar di Kediri
Selain personel, setiap hari DLH juga siagakan 20 armada pengangkut yang terdiri dari 4 truk sampah, 15 truk arm roll, dan 1 truk kompaktor (konvektor). “Dapat dipastikan tidak ada penumpukan sampah di titik-titik tertentu,” tuturnya.
Terakhir, Arman menghimbau agar masyarakat menerapkan gerakan 3R. Yaitu reduce, reuse, dan recycle. Dengan peran aktif kedua belah pihak timbunan sampah ini akan semakin berkurang. “Perlahan-lahan mindset masyarakat harus diperbaiki. Tanggung jawab pengelolaan sampah tidak hanya di DLH melainkan menjadi tanggung bersama,” pungkasnya.
Editor : rekian