Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BMKG Ingatkan Warga Kediri Raya Waspada Cuaca Ekstrem saat Pancaroba

Ayu Ismawati • Kamis, 10 April 2025 | 02:30 WIB

 

AWAN GELAP: Pengendara bermotor melintas di jalan di Desa Jongbiru yang sedang mendung.
AWAN GELAP: Pengendara bermotor melintas di jalan di Desa Jongbiru yang sedang mendung.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Warga Kediri Raya harus mewaspadai kondisi cuaca selama beberapa hari ke depan. Diperkirakan, cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga 12 April mendatang.

Hal tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menilai ada peningkatan potensi cuaca ekstrem. Hal itu berkaitan dengan peralihan musim atau pancaroba.

 Baca Juga: PDAM Kabupaten Kediri Rutin Salurkan Air Bersih ke Desa Sempu dan Siapkan Pengeboran Sumur Bor untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Prakirawan Cuaca BMKG Dhoho Kediri Ratih Ramadhanti mengatakan, wilayah Kediri Raya saat ini mulai memasuki masa transisi atau peralihan musim. Kondisi itu berpotensi memicu cuaca ekstrem hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

“Dalam periode ini, hujan biasanya terjadi saat siang hingga menjelang malam hari dengan karakteristik perubahan cuaca yang cukup dinamis,” ujarnya.

 Baca Juga: Tidak Sekadar Transit, Pemkab Kediri Kembangkan Sentra Aquabis Badas jadi Tempat Kediri

Kondisi itu dipicu siang hari yang sangat panas. Sehingga mengakibatkan kondisi atmosfer menjadi labil. Kemudian, hal itu mendukung terjadinya pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi memicu hujan lebat disertai angin kencang.

“Selain karena pancaroba juga dipengaruhi aktivitas konvergensi, Gelombang Equatorial Rossby, serta Gelombang Kelvin yang turut berkontribusi pada penambahan intensitas curah hujan,” bebernya.

 Baca Juga: Melihat Bedanya Dulu dan Sekarang Sentra Aquabis Perikanan Badas Kediri

Dia mengimbau, masyarakat tidak berteduh di bawah pohon saat turun hujan intensitas lebat serta rutin memantau informasi cuaca dari BMKG.

Adapun selama masa pancaroba ini, beberapa wilayah dengan elevasi atau ketinggian yang lebih tinggi dari wilayah lainnya berpotensi lebih besar terdampak bencana hidrometeorologi.

Dampaknya akan lebih besar dibandingkan wilayah yang berada di dataran rendah.

“Selain pengaruh gangguan cuaca, pengaruh orografis juga membuat wilayah pegunungan atau lereng sering terjadi hujan lebat,” urainya sembari menyebut, hujan dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan daerah itu rentan mengalami longsor.

 Baca Juga: Sentra Aquabis Perikanan Badas Kediri Bawa Efek Domino bagi Ekonomi Warg

Lebih jauh, Ratih menerangkan, terdapat beberapa wilayah di Kediri Raya yang cenderung lebih tinggi intensitas terbentuknya awan konvektif.

“Pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan lebih sering mulai bertumbuh di wilayah Kandangan, Kepung, Puncu, Ngancar, Semen, wilayah Pegunungan Wilis, dan sekitarnya,” beber Ratih. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

Editor : rekian
#BMKG #kediri #cuaca ekstrem #kediri raya #pancaroba