Pemkab Kediri berkomitmen untuk kembangkan Sentra Aquabis Perikanan (SAP) Badas. Tidak hanya untuk produksi, melainkan juga untuk wahana edukasi masyarakat.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid mengatakan, sebenarnya tempat ini sudah menjadi jujukan masyarakat, termasuk dari luar daerah.
Tujuannya untuk belajar mengenai perikanan. Utamanya ikan lele. Namun, ke depan targetnya agar lebih konsisten lagi.
"Sebenarnya sudah jadi jujukan. Tapi kurang menarik, jadi masih belum intens. Ke depan harapannya bisa secara intens jadi tempat edukasi. Entah calon peternak atau anak sekolah, " jelasnya.
Salah satu langkah awalnya akan dimulai usai Lebaran nanti. Setelah Hari Raya Idul Fitri ini, rencananya ada warga yang menyewa untuk mengembangkan nila salin.
Yakni ikan nila yang dikembangkan sehingga bisa hidup di air asin. "Salah satu bentuk awalnya ini, untuk budidaya ikan yang memang masih jarang di Kabupaten Kediri," jelasnya.
Adanya teknologi untuk budidaya ikan nila salin ini nanti jadi sebuah daya tarik. Sehingga, harapannya bisa menjadi jujukan tempat edukasi.
Dia mengakui bahwa Dinas Perikanan kekurangan SDM. Sehingga, untuk pengembangan sarana edukasi nanti, juga akan memberdayakan peternak ikan sekitar.
Sehingga SDM akan terpenuni dari praktisi-praktisi yang memang sudah berkecimpung di dunia perikanan sejak lama.
Untuk diketahui, Kabupaten Kediri menjadi sentra ikan lele terbesar di Jawa Timur.
Satu kali pasang, benih yang bisa didapatkan mencapai 90 ribu -100 ribu ekor. Artinya, per tahun bisa menghasilkan benih lele sebesar 16 miliar ekor.
Sementara daerah lain hanya 50 ribu sampai 60 ribu ekor. Sementara untuk lele konsumsi, mencapai 50 ton per hari.
Hal ini karena PH dan suhu airnya pas. "Dibandingkan daerah lain memang paling pas. PH ideal yang pas itu 7,5. Dan di Kabupaten Kediri rata-rata segitu," jelasnya.
Karena itulah SAP juga akan dikembangkan untuk sarana edukasi lele.
"Ini masih dikembangkan, intinya dikasih teknologi-teknologi atau jenis-jenis ikan yamg jarang. Biar ada aisi uniknya yang bisa membuat orang tertarik belajar," jelasnya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira