Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lestarikan Tradisi, Penjual Janur Menjamur di Kediri

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 5 April 2025 | 21:42 WIB

 

JAGA TRADISI: Seorang pembeli di Pasar Kras mencari ketupat untuk persiapan Lebaran pada 8 Syawal.
JAGA TRADISI: Seorang pembeli di Pasar Kras mencari ketupat untuk persiapan Lebaran pada 8 Syawal.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Salah satu tradisi Lebaran di Kediri adalah kupatan, Biasanya dirayakan pada 8 Syawal. Atau dilaksanakan pada hari ketujuh Idul Fitri. 

Sebelum memasuki hari ketujuh, masyarakat di Kediri berbondong-bondong mencari janur untuk membuat ketupat. Salah satu lokasinya berada di Pasar Kras. Keberadaan penjual janur itu mulai menjamur sejak dua hari terakhir. 

Tradisi Lebaran Ketupat itu biasanya dilaksanakan dengan menggelar acara makan bersama keluarga. Menu utamanya adalah ketupat dan lontong. 

Baca Juga: Lebaran Hari Keempat, Ribuan Pemudik Naik dan Turun Kereta Api di Stasiun Kediri

Endah, 48, salah satu penjual ketupat mengatakan, pedagang janur dan ketupat sudah sejak Kamis (4/4). Harganya berbeda-beda. 10 biji ketupat yang masih kosong dibanderol Rp 10 ribu untuk ukuran kecil. Dan Rp 12 ribu untuk 9 biji ketupat kosong berukuran besar. Sedangkan untuk 5 biji ketupat yang ada isinya diberi harga Rp 15 ribu. 

Sementara itu, Tony, pengrajin ketupat di Pasar Kras menjual satu ikat isi 10 biji hanya Rp 5 ribu. Pedagang musiman ini menyediakan janur yang masih utuh menjual janur yang sudah dibentuk ketupat. 

“Janurnya saya buat di tempat. Jadi pembeli bisa langsung melihat cara pembuatannya,” papar Tony, lelaki berusia 45 tahun itu.

Baca Juga: Banyak Memakan Korban, Ratusan Petasan di Kediri Ini Siap Diledakan

Menurut Tony, penjualan ketupat tahun ini tidak seramai tahun kemarin. Jika tahun kemarin tiga hari sebelum Lebaran ketupat bisa menjual 300 biji. Kini, dua hari jelang Lebaran Ketupat dia hanya bisa menjual 180 biji saja.

“Kalau penjualan memang lebih sedikit dari tahun kemarin. Tetapi keuntungan lebih banyak tahun ini. Karena ada sedikit kenaikan harga” ungkapnya.

Pantauan koran ini, pada Jumat (5/4) tampak antusias warga yang membeli kerangka ketupat bersama keluarga. Tak hanya pengrajin ketupat, pedagang ketupat yang sudah berisi juga ramai diserbu oleh masyarakat. Bahkan beberapa penjual menu makanan seperti lodeh dan sayuran juga banyak diminati.

Baca Juga: Mengkreng Padat Merayap, Ini yang Dilakukan Polres Kediri untuk Mengurai Kemacetan 

Sementara itu, Haryati salah satu pembeli mengaku sangat terbantu dengan adanya penjual ketupat. “Saya dulu masih kuat untuk membuat sendiri. Tetapi saat ini lebih memilih untuk beli yang sudah jadi saja,” aku Haryati, nenek 10 cucu itu.

Dia mengungkapkan tradisi ini harus tetap dijalankan. Agar anak dan cucu tetap bisa merasakan kemeriahannya. Bahkan turut berkontribusi untuk melestarikannya. 

“Sekarang zamannya lebih mudah. Ada pedagang yang menjual ketupat jadi dan menu pelengkapnya. Tidak perlu susah-susah untuk membuat sendiri,” imbuhnya. 

Berbeda halnya dengan Haryati, Aning mengaku jika setiap tahun dia lebih memilih janur yang belum dibentuk sehingga bisa dikreasikan sendiri. 

“Buat sendiri. Karena bisa jadi ajang mempererat anggota keluarga,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : rekian
#kupatan #kras #Lebaran Ketupat #lebaran #idul fitri #syawal