KEDIRI, JP Radar Kediri- Kondisi enam ruang kelas di SDN Setonopande yang memprihatinkan, agaknya akan segera teratasi tahun ini.
Berdasar sidak yang dilakukan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati kemarin, enam ruang kelas yang dikosongkan setahun terakhir karena rusak parah itu akan segera diperbaiki.
Pantauan koran ini, enam ruang kelas yang rusak parah di kompleks SDN Setonopande itu terletak di sisi utara.
Di sepanjang Lorong kelas yang rusak itu dipasangi tulisan larangan bermain di area tersebut karena berbahaya. Dilihat secara kasat mata, enam ruang kelas itu memang sudah tidak layak untuk ditempati.
Selain atapnya yang jebol, konstruksi bangunan juga sudah melengkung. Sehingga rawan ambruk dan membahayakan anak-anak.
Kerusakan enam ruang kelas tersebut kemarin dicek langsung oleh Wali Kota Vinanda Prameswati.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan, perempuan berusia 26 tahun itu mengecek enam ruang kelas dan kantin yang rusak.
“Ternyata memang banyak ruang kelas yang sudah tidak layak,” kata Vinanda usai mengecek kondisi bangunan.
Meski enam ruang kelas yang rusak itu dikosongkan, siswa bisa menempati ruangan lain yang kondisinya masih baik.
Sekolah hasil merger SDN Setonopande 1, 2, dan 3 itu memang memiliki banyak ruangan yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran. Hanya saja, karena sebelumnya bangunan dikosongkan, banyak ruangan yang bocor saat hujan.
“Ini (kondisi kelas, Red) menjadi catatan dan akan segera dilakukan perbaikan,” tandasnya sembari menyebut hampir seluruh fasilitas pendidikan di sana sudah tidak layak.
Selain kerusakan di SDN Setonopande, menurut Vinanda pemkot akan melakukan pendataan kerusakan sekolah lainnya. Termasuk memetakan tingkat kerusakan mulai ringan, sedang, atau berat.
Baca Juga: Cabdisdik Jatim Wilayah Kediri Serahkan Teknis Perayaan Kelulusan Siswa SMA/SMK kepada Sekolah
“Yang akan diprioritaskan yang rusak berat dulu,” sambungnya menegaskan kerusakan di sana masuk kategori berat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan menambahkan, berdasar pendataan awal kondisi SDN Setonopande itu memang tergolong rusak berat.
Tak hanya ruang kelas, ruang guru dan kepala sekolah, toilet, UKS, perpustakaan, kantin, hingga sarana pendukung olahraga juga tidak layak.
“Ini nanti menjadi skala prioritas (perbaikan, Red) pertama,” ujar Anang. Untuk diketahui, di Kota Kediri total ada 111 SD negeri.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 persen di antaranya rusak berat. Selain SDN Setonopande, ada SDN Blabak 4, SDN Pojok 1 dan 2, dan lainnya yang masuk skala prioritas.
“Semacam ini prioritas pertama. Tapi melihat kebutuhan, pelaksanaan dari sisi waktunya nanti, itu yang juga dari sisi teknis harus dipertimbangkan. Yang jelas Mbak Wali tadi (18/3) sudah menyampaikan ini harus segera ada tindak lanjut,” tandasnya.
Kepala SDN Setonopande Lesti Setiti mengatakan, sudah setahun terakhir gedung kelas itu dikosongkan.
Untuk mencegah anak-anak bermain di sana, guru pun memasang tali pembatas. Selain itu, kertas bertuliskan larangan mendekat ke gedung itu juga terpasang di beberapa sudut.
“Begitu sudah semakin parah, mulai musim penghujan saya takut kalau roboh, jadi anak-anak saya pindahkan,” paparnya sembari menyebut, kerusakan itu terjadi secara bertahap.
Saat ini, total siswa di sana sebanyak 130 siswa. Karena hasil merger tiga lembaga sekolah, siswa pun kini menempati ruang-ruang kelas lain yang ada di sana.
“(Usia bangunan, Red) mestinya sudah lama. Tapi kalau waktu dibangunnya kapan, saya kurang tahu,” jelasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah