Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jangan Sampai jadi Gunung Sampah, Begini Cara Pemerintah dan Warga Kota Kediri Menangani Permasalahan Sampah

Redaksi Radar Kediri • Senin, 10 Maret 2025 | 04:27 WIB
Ilustrasi gunung sampah
Ilustrasi gunung sampah

Kediri, JP Radar Kediri - Kota Kediri terus berkembang dengan pesat, namun di balik pertumbuhan ini, ada permasalahan yang semakin nyata: pengelolaan sampah. Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi, volume sampah yang dihasilkan pun semakin besar. Jika tidak ditangani dengan baik, masalah ini bisa berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Tantangan dalam Pengelolaan Sampah di Kediri

Seperti kota-kota lain di Indonesia, Kediri menghadapi beberapa tantangan dalam pengelolaan sampah:

  1. Volume Sampah yang Terus Meningkat – Dengan bertambahnya penduduk dan industri, sampah yang dihasilkan meningkat setiap hari, melebihi kapasitas pengelolaan yang ada.
  2. Kurangnya Kesadaran Masyarakat – Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan dan belum menerapkan pemilahan sampah dari rumah.
  3. Terbatasnya Fasilitas Pengolahan Sampah – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terus menerima sampah dalam jumlah besar, sementara fasilitas pengolahan sampah yang ramah lingkungan masih terbatas.
  4. Penggunaan Plastik yang Masih Tinggi – Produk sekali pakai masih mendominasi kehidupan sehari-hari, memperparah permasalahan sampah plastik yang sulit terurai.

Dampak Sampah terhadap Kota Kediri

Jika tidak ditangani dengan baik, sampah dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti:

Solusi yang Diterapkan di Kediri

Pemerintah Kota Kediri telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi masalah sampah ini, antara lain:

  1. Gerakan Pemilahan Sampah dari Rumah – Kampanye untuk memilah sampah organik dan anorganik agar lebih mudah didaur ulang.
  2. Bank Sampah dan Program Daur Ulang – Masyarakat diajak untuk menukar sampah anorganik dengan uang atau barang yang bisa digunakan kembali.
  3. Peningkatan Infrastruktur Pengelolaan Sampah – Pemerintah sedang membangun fasilitas pengolahan sampah modern untuk mengurangi ketergantungan pada TPA.
  4. Pengurangan Penggunaan Plastik – Kampanye pengurangan plastik sekali pakai dengan mendorong penggunaan tas kain dan sedotan ramah lingkungan.
  5. Edukasi dan Sosialisasi – Melibatkan sekolah, komunitas, dan pelaku usaha dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Kebersihan Kota

Selain kebijakan pemerintah, kesadaran masyarakat juga menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah. Warga dapat berkontribusi dengan cara:

Penulis : Annin Firnanda Miustofa Putri, Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Kediri 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#gunung sampah #Tempat Pembuangan Akhir (TPA)