KEDIRI, JP Radar Kediri- Penerbangan umrah perdana dari Bandara Dhoho menuju Jeddah, Arab Saudi batal terlaksana. Ratusan jemaah yang tiba secara bertahap sejak Sabtu (1/3) malam lalu, akhirnya diterbangkan ke Tanah Suci via Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.
General Manager Angkasa Pura (AP) 1 Bandara Dhoho Kediri I Nyoman Noer Rohim mengatakan, keberangkatan jemaah umrah lewat Bandara Soekarno-Hatta dilakukan karena bandara tersebut yang sudah memiliki slot untuk ke Jeddah.
“Untuk 6 Maret (penerbangan umrah dari Bandara Dhoho, Red) tidak jadi,” kata Nyoman lewat WhatsApp.
Lalu, kapan penerbangan umrah perdana dari Bandara Dhoho dilakukan? Nyoman menyebut pihaknya masih menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari pihak travel pencarter maskapai. Karenanya, dia belum bisa menyebut tanggal secara pasti.
Meski penerbangan perdana batal digelar awal Maret ini, Nyoman memastikan sarana dan prasarana (sarpras) di Bandara Dhoho sudah siap untuk melayani penerbangan umrah.
Dia mencontohkan, ground support equipment (GSE) atau alat bantu untuk menurunkan dan menaikkan penumpang serta barang dari pesawat sudah tiba di Bandara Dhoho.
Di antaranya, satu unit high lift loader (HLL), enam unit dollies atau alat untuk mengangkut benda-benda berat, hingga enam unit container juga sudah siap.
“Tinggal menunggu ada pencarter pesawat umrah yang mau terbang lewat DHX (Bandara Dhoho),” lanjutnya.
Seperti diberitakan, sebelumnya penerbangan umrah perdana di Bandara Dhoho sempat mundur beberapa kali. Penyebabnya adalah belum turunnya izin penerbangan umrah di bandara domestik.
Izin melakukan penerbangan internasional itu baru dikantongi oleh Bandara Dhoho pada 25 November tahun lalu. Melalui Keputusan Menteri Perhubungan No. 146/2024.
Menindaklanjuti izin tersebut, Pemkab Kediri bersama otoritas bandara dan sejumlah instansi melakukan rapat persiapan. Termasuk memberikan dukungan untuk penerbangan umrah.
Dari sana disepakati penerbangan umrah perdana dilakukan pada Minggu (2/3) lalu menggunakan maskapai Citilink. Namun, penerbangan sesuai jadwal tersebut batal karena beberapa faktor teknis.
Padahal, jemaah sudah mulai berdatangan di Kediri sejak Sabtu (1/3) malam. Hingga kemarin sedikitnya ada 190 jemaah dari berbagai daerah yang sudah berada di Balai Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPKASN) di Desa Bulusari, Tarokan.
Setelah penerbangan pada 2 Maret gagal, penerbangan jemaah direncanakan dilakukan pada Kamis (6/3) besok. Namun, rencana kali ini juga batal karena penerbangan Kediri-Jeddah belum mendapat slot.
Terkait nasib ratusan jemaah yang sudah berada di Kediri, Asisten I Setda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi menyebut, berdasar perkembangan terbaru, sebanyak 190 jemaah umrah itu akan diterbangkan ke Jeddah, Arab Saudi lewat Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.
Sesuai rencana, selepas Maghrib besok (6/3) jemaah akan diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat Citilink. Selanjutnya, mereka terbang ke Jeddah menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines.
“Terbang ke Jeddah pakai maskapai Saudi Arabia,” jelas Sukadi.
Untuk diketahui, selama berada di Kediri, para jemaah diajak keliling ke sejumlah objek wisata andalan Kabupaten Kediri.
Mulai ke Gunung Kelud, kawasan monument Simpang Lima Gumul (SLG), dan pusat oleh-oleh Kediri.
Pada Selasa (11/3) lalu jemaah juga mengikuti pemeriksaan kesehatan. Dari sana diketahui ada beberapa jemaah yang tekanan darahnya tinggi dan diabetes. Namun, dipastikan masih dalam tahap aman.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah