KEDIRI, JP Radar Kediri- Rencana penerbangan umrah melalui Bandara Dhoho Kediri kembali terkendala. Rute direct Kediri-Jeddah tersebut tak bisa berlangsung kemarin (2/3) karena ada maintanance maskapai.
Namun, Pemkab Kediri menjamin pekan ini penerbangan umrah perdana akan tetap berlangsung.
“Iya betul, penerbangan umrah tidak jadi hari ini (kemarin, Red),” aku Asisten I Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi kemarin.
Penundaan ini merupakan yang kesekian kalinya terjadi. Sebelumnya juga sempat terjadi.
Penyebabnya adalah belum turunnya izin penerbangan umrah di bandara domestik. Izin melakukan penerbangan internasional itu baru dikantongi oleh Bandara Dhoho pada 25 November tahun lalu.
Melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 146.
Menindaklanjuti izin itu, Pemkab Kediri bersama otoritas bandara dan sejumlah instansi melakukan rapat persiapan.
Termasuk memberikan dukungan untuk penerbangan umrah. Dan akhirnya disepakati penerbangan perdana akan dilakukan kemarin (2/3) menggunakan maskapai Citilink.
Sayangnya, jadwal tersebut harus kembali tertunda. Menurut Sukadi, hal ini karena adanya maintanance maskapai.
"Karena ada maintanace. Jadi ada penundaan tanggal," dalihnya.
Walau demikian, Sukadi memastikan, bahwa penerbangan perdana tetap akan dilakukan pekan ini. Namun, dia masih akan merapatkan kapan tanggal pasti penerbangannya.
"Besok (hari ini, Red), kami akan rapatkan dulu dengan berbagai pihak terkait. Mulai dari pihak bandara, pemkab, pencarter, dan lainnya. Kepastian keberangkatan, masih akan dibahas oleh tim," lanjutnya.
Kepastian penerbangan pada pekan ini dibuktikan dengan para jemaah yang sudah tiba di Kediri mulai Sabtu (1/3) malam lalu.
Sukadi mengatakan, ada 87 jemaah dari Sampit, Madura, dan Ciamis, Jawa Barat yang tiba di Kediri. Mereka diinapkan di asrama yang ada di Balai Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPK ASN) Kabupaten Kediri.
Baca Juga: Ada Angkringan di Bandara Dhoho Kediri
Nantinya, sembari menunggu pemberangkatan umrah, para jemaah juga akan diajak city tour di ikon-ikon Kediri. Seperti Simpang Lima Gumul (SLG) serta Kampung Nanas di Ngancar.
"Nanti sore (kemarin) juga ada kegiatan manasik," jelasnya.
Selain pemberangkatan mulai pekan ini, Sukadi mengatakan, direncanakan akan ada penerbangan kembali dengan siklus 10 hari setelah penerbangan perdana.
"Insya Allah sudah ada rencana seperti itu," jelasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah