JP Radar Kediri- Kondisi beberapa keran air siap minum di taman yang mengalami kerusakan dibenarkan Pemerintah Kota Kediri. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, sedikitnya ada tiga unit fasilitas air siap minum yang tersebar di tiga taman. Yakni, di Taman Sekartaji, Taman Ngronggo, dan Memorial Park.
“Saat ini masih ada dua (unit) yang berfungsi,” akunya.
Fasilitas-fasilitas itu dihadirkan dengan tujuan meningkatkan kenyamanan pengunjung taman. Salah satunya agar bisa mengisi ulang botol air minum yang habis saat berkunjung.
Juga, meminimalisasi timbulan sampah plastik. Terutama dari botol atau gelas plastik sekali pakai.
“Karena juga disarankan supaya pengunjung bisa membawa tumbler dan mengisi ulang air di taman-taman tersebut,” jelasnya.
Imam berdalih, kerusakan fasilitas itu sering terjadi pada komponen mesin. Yakni pada bagian solenoid valve.
Di luar itu, faktor usia mesin yang sudah lebih dari lima tahun itu juga kerap memicu kerusakan.
Apalagi komponen mesinnya pun tidak tersedia di dalam kota. Hal itu pula yang diakui menjadi kendala pihaknya dalam proses perawatan.
“Untuk perawatan kami harus order untuk material yang rusak. Karena tidak semua sparepart langsung ready barangnya dan di Kediri tidak tersedia,” kilah Imam.
Terkait pemicu kerusakan, menurut Imam, juga tak lepas dari kesadaran masyarakat yang masih kurang dalam menjaga fasilitas umum. Tak sedikit masyarakat yang belum paham dengan peruntukannya.
Contohnya, ada yang menggunakan fasilitas itu sebagai tempat mencuci tangan. Atau bahkan sebagai tempat mencuci wajah.
“Dan banyak juga anak kecil bermain-main dan merusak prasarana drinking water itu dengan cara mematahkan keran, membengkok-bengkokkan keran, dan lain sebagainya,” urainya.
Lebih jauh Imam mengatakan, pihaknya sudah merencanakan untuk memperbanyak fasilitas air siap minum di taman-taman. Khususnya di ruang terbuka hijau yang belum memiliki fasilitas serupa.
Namun demikian, realisasi itu masih dalam tahap pembahasan. Termasuk menunggu kebijakan dari wali kota yang baru dilantik 20 Februari lalu.
Terkait masih banyaknya masyarakat yang belum paham dengan peruntukan mesin itu, menurut Imam upaya edukasi sudah pernah dilakukan.
Yakni dengan menyosialisasikan terkait fasilitas air minum itu kepada masyarakat.
Namun, diakuinya, tidak semua titik fasilitasi air siap diakses dengan sebagaimana fungsinya oleh pengunjung taman.
“Yang paling sering diakses yang di Ngronggo (Taman Ngronggo, Red). Apalagi di sana dekat dengan tempat-tempat kuliah. Jadi sering pelajar atau mahasiswa yang ke sana,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah