Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Fakta-fakta Bencana Banjir dan Longsor di Lereng Gunung Kelud dan Gunung Wilis

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 1 Maret 2025 | 16:05 WIB
Bekas longsoran di Desa Kalipang, Grogol, Kabupaten Kediri.
Bekas longsoran di Desa Kalipang, Grogol, Kabupaten Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Hujan deras yang mengguyur Bumi Panjalu selama dua hari terakhir berbuah bencana di lereng Wilis dan Kelud. Di Desa Kalipang, Grogol, tebing longsor yang terjadi Kamis (27/1) malam lalu membuat separo akses jalan tertutup batu padas.

Sedangkan di Desa Pranggang, Plosoklaten kemarin, diterjang air bah akibat luapan air sungai dari lereng Gunung Kelud.

Hujan deras mengguyur Kediri Raya sejak pukul 19.00, Kamis (27/2) malam. Selang dua jam kemudian, tebing di Desa Kalipang, Grogol longsor. Patu padas berdiameter lima meter jatuh dan menutupi separo jalan.

Batu raksasa itu pun menyulitkan tim gabungan yang melakukan evakuasi. “Karena ukurannya memang sangat besar,” kata Kepala Desa
Kalipang Antonius Supratiknya.

Pemindahan batu baru bisa dilakukan setelah pemerintah desa memanggil tukang batu untuk memindahkan menggunakan alat. “Harus dipecah dulu sebelum dipindahkan,” lanjut Antonius.

Tak hanya bencana longsor yang mengganggu mobilitas warga Desa Kalipang, kemarin siang giliran warga di Desa Pranggang, Plosoklaten yang tertimpa bencana. Sekitar pukul 12.00, sungai yang berhulu di lereng Kelud meluap.

Akibatnya, air bah langsung meluber ke jalan. Menggenangi jalur Plosoklaten-Pare yang akhirnya harus ditutup.

“Ditutup sementara pukul 12.00 siang ini (28/2) karena alirannya (air bah, Red) deras,” ungkap Kepala Desa Pranggang Romadhoni kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dikatakan Romadon, bencana banjir di wilayahnya akibat kiriman air dari lereng Kelud. Yakni dari Desa Wonorejo Trisulo, Plosoklaten yang lokasinya di atas Pranggang.

Sebenarnya, menurut Romadon aliran air yang tumpah ke jalan raya tidak tinggi. Namun, arusnya sangat deras. Sehingga membahayakan pengendara.

“Banyak material yang hanyut dan masuk ke jalan juga,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno yang dikonfirmasi tentang dua bencana alam di Kediri kemarin menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak desa. "Sudah ditangani desa, batunya di pecah sedikit-sedikit," jelasnya

Untuk banjir di Desa Pranggang, menurut Djoko timnya sedang melakukan monitoring di lapangan. Karenanya, saat ditanya tentang besaran kerugian material dari peristiwa tersebut, dia mengaku belum bisa membeberkannya.

"Saat ini tim masih di lokasi untuk melakukan pemantauan dan pendataan terkait dampaknya," jelasnya sembari berharap peristiwa di penghujung musim hujan ini tidak membawa dampak yang parah.

Data yang dihimpun media ini, selain wilayah barat sungai yang memang langganan terkena bencana banjir dan tanah longsor, wilayah lereng Kelud sudah beberapa kali terkena luapan air bah.

Yang paling parah terjadi di Desa Sepawon, Plosoklaten pada 29 Januari lalu.

Derasnya aliran air bah membuat jalan utama desa terputus. Akibatnya, warga harus memutar melewati area perkebunan untuk menuju ke Plosoklaten dan Pare.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama menyebut perbaikan jalan yang terputus akibat banjir itu sudah tuntas. Hanya saja, diakui Irwan memang akses jalan di sana belum diaspal.

“Itu (jalan yang putus milik PTPN X). Mereka (pihak PTPN, Red) sudah mengajukan surat untuk pengaspalan karena memang (jalan, Red) aset mereka,” kata Irwan.

Perbaikan jalan, menurut Irwan tidak hanya harus dilakukan di akses jalan yang baru terputus. Melainkan juga jalan sepanjang sekitar dua kilometer di bawahnya yang rusak parah.

“(Jalan, Red) rusak terus karena terkena air dari perkebunan sekitar yang sebelumnya tanaman keras menjadi tebu,” bebernya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#banjir kediri #banjir #kediri raya #lereng gunung kelud #longsor #bencana alam