Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung Akses Bandara Dhoho Mulai Dikerjakan di Kota Kediri, Segini Jumlah Bidang Tanah yang Belum Dibebaskan

Ayu Ismawati • Rabu, 26 Februari 2025 | 16:06 WIB
Proyek fisik Tol KediriTulungagung akses bandara di sepanjang Jl Jaksa Agung Suprapto hingga Jl Suparjan Mangun Wijaya difoto dari udara.
Proyek fisik Tol KediriTulungagung akses bandara di sepanjang Jl Jaksa Agung Suprapto hingga Jl Suparjan Mangun Wijaya difoto dari udara.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Selain pekerjaan fisik  Jalan Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) akses Bandara Dhoho yang terus bergulir, ternyata ada ratusan bidang tanah yang belum siap alias belum dibebaskan.

Hingga akhir Februari ini, setidaknya ada sekitar 30 persen tanah terdampak yang belum selesai pelepasan haknya.

Untuk diketahui, proyek fisik tol akses bandara mulai berlangsung di ruas Kota Kediri. Salah satunya di beberapa titik di Kelurahan Mojoroto yang mulai dilakukan pemasangan beton-beton fondasi.

Di antaranya di Jl Jaksa Agung Suprapto serta di Jl Suparjan Mangun Wijaya. Aktivitas proyek mulai Nampak masif sejak November 2024 lalu.

Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah dan Pengembangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri Tutur Pamuji mengatakan, saat ini pembebasan tanah terus berlanjut.

Prosesnya berlangsung paralel dengan pembangunan fisik yang juga dilanjutkan tahun ini.

“Progres pembebasan lahan untuk akses bandara mencapai 70 persen atau sebanyak 457 bidang,” ujar Tutur.

Untuk akhir Februari ini, proses pengadaan tanah berlanjut di Kelurahan Bujel, Mojoroto. Adapun untuk proyek fisiknya mulai berjalan di Kelurahan Mojoroto dan Kelurahan Semampir.

“Pembebasan tanah saat ini masih fokus pada akses bandara,” terangnya sembari menyebut, lokasi yang akan dibebaskan dalam waktu dekat ini juga yang berada di dekat Kelurahan Mojoroto. Atau, yang beririsan dengan lokasi yang sudah mulai dilakukan pekerjaan fisik.

Dengan pembebasan tanah yang baru tuntas sekitar 70 persen, sedikitnya ada 210 bidang yang menjadi pekerjaan rumah (PR) atau masih harus dibebaskan. Ratusan bidang itu tersebar di Kelurahan Bujel dan Gayam, Kecamatan Mojoroto.

Selain pengadaan tanah yang termasuk dalam penetapan lokasi (penlok) I dan terus dikebut, tanah yang terdampak penlok II juga mulai diproses. Tutur menegaskan, saat ini pihaknya sedang berproses untuk pembebasan tanah penlok II.

Seperti disebut sebelumnya, pembebasan tanah penlok II untuk mengakomodasi penambahan lahan di sepanjang trase tol yang sebelumnya sudah terukur melalui penlok I.

Baca Juga: Empat Rumah di Tiron Kediri Dieksekusi untuk Proyek Tol Kediri-Tulungagung Akses Bandara Dhoho

Empat kelurahan yang terkepras tol akses bandara itu seluruhnya juga terdampak penlok II. 

“Sementara ini sudah selesai ukur (penlok II, Red) untuk Kelurahan Semampir, Kelurahan Mojoroto, Kelurahan Gayam, dan Kelurahan Bujel,” beber Tutur.

Untuk diketahui, proyek fisik tol akses Bandara Dhoho mulai bergulir di ruas Kota Kediri dan Kabupaten Kediri.

Jika di Kabupaten Kediri diawali di perempatan Banyakan, di Kota Kediri  diawali di Jl Mayjend Sungkono, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota.

Lokasi tersebut juga menjadi titik nol pembangunan Tol Bandara ruas Kota Kediri.

Di area yang terletak di jalur nasional itu sudah mulai dipasangi pagar proyek sejak akhir Oktober 2024 lalu.

Pemasangan pagar di sana menyusul ground breaking pada 18 Oktober 2024 lalu.

Sebelumnya, rintisan proyek tol akses bandara sudah dimulai di dekat Jembatan Bendomongal, Banyakan, Kabupaten Kediri. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #tol kediri tulungagung #Bidang Tanah #bandara dhoho #proyek jalan tol #jawapos #Tol Ki Agung #kota kediri