Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wow! Pemkot Kediri Siapkan Anggaran Rp 9 Miliar untuk Merombak Jalan Stasiun, Begini Konsep Perombakannya

Ayu Ismawati • Sabtu, 22 Februari 2025 | 23:42 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Penataan kawasan Stasiun Kediri akan direalisasikan tahun ini.

Pemkot Kediri akan memermak wajah stasiun yang sudah beroperasi sejak tahun 1980-an itu. Penataan akan menyasar mulai area monumen lokomotif hingga Jl Dhoho. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Yono Heryadi mengatakan, perencanaan terkait penataan stasiun sudah selesai dilakukan 2024 lalu.

Dengan begitu, pelaksanaannya bisa dilakukan tahun ini.

“(Penataan meliputi, Red) drainase dan jalannya semua akan direvitalisasi,” ujarnya.

Sesuai konsep awal, penataan stasiun akan menganut konsep era kolonial.

Sebab, berdasarkan konteks sejarah, perkembangan kolonialisme juga dimulai dari jalur transportasi.

Dan, hal itu sesuai dengan kawasan tersebut yang banyak terdapat peninggalan sejarah era kolonialisme Belanda. 

Konteks kolonial Belanda itu, salah satunya terlihat dari bangunan Stasiun Kediri.

Fasilitas transportasi yang dibangun oleh Belanda itu juga menganut gaya arsitektur Indische Empire, atau yang banyak berkembang di Hindia-Belanda. 

Dengan konsep tersebut, perubahan signifikan nanti akan nampak di Jl Stasiun yang menghubungkan Jl Dhoho dengan Stasiun Kediri.

Ruas jalan itu nantinya tidak akan berupa jalan aspal seperti saat ini. “

Tapi menggunakan andesit cobblestone setebal 5 sentimeter. Dan trotoar di kanan kirinya akan diperlebar,” tandas Yono.

Memperlebar trotoar itu menurutnya menjadi upaya pemerintah dalam memfasilitasi pejalan kaki.

Khususnya mereka yang akan menuju atau pulang dari stasiun. 

Berdasarkan kajian traffic pejalan kaki di sana, sedikitnya diperlukan trotoar selebar minimal dua meter.

Namun, nantinya lebar trotoar akan dibuat hingga lima meter di masing-masing sisi jalan. 

“Jadi memang kita manjakan pejalan kaki yang akan menuju dan keluar stasiun itu dengan sarana infrastruktur yang memadai,” beber Yono. 

Untuk mengembalikan konsep kolonial di kawasan itu, menurut Yono pohon-pohon pelindung juga akan diganti dengan pohon asem.

Selain karena karakter pohon yang cenderung tidak merusak struktur trotoar, pohon asem juga dinilai baik untuk ditanam di tepi jalan. 

"Dan itu sudah menjadi kajian Belanda dulu yang banyak menggunakan pohon asem sebagai pelindung, seperti di Jalan Pantura. Memang ada analisanya,” urainya sembari menyebut, rencana penataan stasiun itu ditargetkan bisa terealisasi tahun ini.

Terkait detail konsep, menurut Yono masih akan dikomunikasikan kembali.

Salah satunya dengan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang akan dilantik hari ini.

Meski demikian, Yono memastikan Pemkot Kediri sudah mengalokasikan anggaran untuk penataan kawasan stasiun tersebut.

“Total hampir Rp 9 miliar,” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #stasiun kediri #Penataan stasiun kediri #pemkot kediri #Penataan #jawa pos #kota kediri