JAKARTA, JP Radar Nganjuk- Keinginan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi untuk langsung ke Kota Angin urung terlaksana. Pasalnya, dia dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro harus mengikuti retret. Alias orientasi kepemimpinan di Akademi Militer Magelang hingga 28 Februari mendatang.
Hal itu disampaikan langsung oleh Marhaen. Alhasil, keduanya tidak bisa langsung pulang ke Kota Angin setelah dilantik.
“Sebenarnya pengen segera ke Nganjuk. Tapi gimana lagi, ini memang program dari pusat,” ungkapnya kepada koran ini.
Seperti diketahui, Marhaen-Handy resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk periode 2025-2030.
Pelantikan dilakukan secara serentak. Bersama 503 kepala daerah lain di Istana Negara pada Kamis pagi (20/2).
Setelah dilantik, keduanya langsung terbang ke Jogjakarta. Setelah itu menuju kompleks Akmil di Magelang. Di sana, Marhaen akan menghabiskan waktu selama delapan hari.
Padahal, Marhaen mengaku dirinya ingin segera pulang ke Nganjuk. Hal itu bukan tanpa alasan. Dia tak sabar untuk segera bekerja sebagai bupati.
“Keinginan kami tentunya pengen sat-set untuk menata Kabupaten Nganjuk,” tegasnya.
Lalu kapan Marhaen akan tiba di Nganjuk? Paling cepat keduanya tiba di Kota Angin pada Minggu (2/3) mendatang. Itu setelah orientasi kepemimpinan di Magelang rampung.
“Paling tidak ya 2 Maret baru tiba. Mungkin tanggal 3 Maret baru bekerja,” ucap pria berkumis tersebut.
Untungnya Marhaen sudah memetakan apa saja yang ingin segera dia kerjakan. Ada beberapa target yang harus dia capai bersama Handy di 100 hari pertama kerja. Sebagai permulaan, dia ingin melakukan penataan di tubuh internal Pemkab Nganjuk.
Dia berjanji akan memberantas segala jenis praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Marhaen juga tak lupa untuk sektor pelayanan publik.
Baca Juga: Rekam Jejak Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi: Nganjuk Smart City Jadi Mahakarya Kang Marhaen
Menurutnya, pelayanan publik saat ini jauh kurang maksimal. Di seratus hari pertamanya, mereka berjanji untuk meningkatkan mutu pelayanan publik.
“Pelayanan kepada masyarakat adalah hal paling utama dalam program kami,” tambah politisi PDI Perjuangan itu.
Marhaen juga sedikit menyinggung tentang efisiensi yang tengah berjalan. Menurutnya efisiensi tersebut tidak akan banyak berpengaruh pada kinerja.
Meski anggaran terbatas, dia tetap akan menjalankan roda pemerintahan dengan maksimal. Mulai dari pelayanan hingga pembangunan infrastruktur.
“Pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur tidak akan banyak terdampak. Kami akan hitung dengan benar-benar,” tandas Marhaen. Dia menambahkan, program unggulan lainnya adalah menciptakan swasembada pangan di Kabupaten Nganjuk.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah