JP Radar Kediri – Program cek kesehatan gratis (CKG) yang sudah dimulai di Kota Kediri itu ditinjau oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri Zanariah kemarin Selasa (11/2).
Pj Wali Kota Zanariah mengatakan seluruh puskesmas di Kota Kediri sudah siap melaksanakan program tersebut.
Hanya saja, diakuinya saat ini ada beberapa kebutuhan peralatan yang masih diusulkan untuk pengadaan.
“Dengan dua hari ini, dan bahkan sebelumnya, memang sudah mengusulkan kebutuhan peralatannya untuk diadakan,” ujarnya.
Terkait potensi penumpukan, Zanariah mengatakan masyarakat tidak harus menuju ke puskesmas terdekat dari rumah atau di faskes tingkat pertamanya saja.
“Bisa di semua lini (puskesmas, Red) sepanjang itu masih ada kekosongan, silakan. Kan ini online juga,” sambungnya.
Terpisah, jika di Kota Kediri sudah mulai membuka layanan CKG, Kabupaten Kediri baru menggelar simulasi kemarin.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kediri dr Achmad Khotib yang sempat mencoba mengakses aplikasi, urung login karena terkendala nomor induk kependudukan (NIK).
Setelah dicek, ternyata NIK yang tertera di aplikasi SATUSEHAT miliknya tidak sama. “Saat mau antre tertolak. Tulisannya diminta melakukan pelaporan ke helpdesk,” ungkap Khotib sambil tersenyum.
Khotib mengaku sudah memiliki akun SATUSEHAT sejak vaksinasi Covid-19. Rupanya, akun itu tidak bisa digunakan untuk layanan CKG karena NIK-nya tidak sesuai. “Dan itu (NIK, Red) tidak bisa diubah. Ini yang jadi catatan penting dan evaluasi kementerian,” terang Khotib.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira