Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Setelah Diperbaiki, Kereta Api Tak Perlu Kurangin Kecepatan Lagi di Jembatan Ini

Ayu Ismawati • Selasa, 11 Februari 2025 | 16:11 WIB
LEBIH KUAT: Satu unit crane memindahkan rangka jembatan KA kemarin pagi. Dengan konstruksi baru, kereta api tidak perlu lagi mengurangi laju kecepatannya.
LEBIH KUAT: Satu unit crane memindahkan rangka jembatan KA kemarin pagi. Dengan konstruksi baru, kereta api tidak perlu lagi mengurangi laju kecepatannya.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Penggantian jembatan kereta api (KA) di Desa Jambean, Kras tuntas kemarin. Dengan dioperasionalkannya konstruksi baru tersebut, kereta api yang melintas di sana tidak perlu lagi mengurangi kecepatan karena rawan celaka.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Surabaya Denny Michels Adlan mengatakan, kondisi jembatan yang terletak di antara Stasiun Kras dan Stasiun Ngadiluwih itu sebelumnya dalam tahap mengkhawatirkan. Karenanya, perbaikan jembatan masuk dalam skala prioritas.

“Pada tahun-tahun terakhir dilakukan pemasangan penyangga temporer sebagai langkah penanganan sementara. Tentunya ini berimbas ke perjalanan kereta api yang harus mengurangi kecepatan ketika memasuki wilayah ini,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Perkeretaapian Jawa Timur BTP 1 Surabaya Lurianto menambahkan, penggantian jembatan yang semula kategori rasuk plas menjadi plat dinding.

Dengan konstruksi baru itu, jembatan berusia 56 tahun dan fondasi berusia 100 tahun itu akan lebih kuat.

Untuk membangun jembatan baru sekaligus memperbaiki pondasi, menurut Lurianto dibutuhkan waktu hingga sembilan bulan.

Sedangkan untuk menggeser jembatan baru ke posisi eksisting dengan dibantu crane itu, dibutuhkan waktu 110 menit.

Meski demikian, Lurianto memastikan tidak ada perjalanan kereta api yang tertunda. Sebab, mereka memanfaatkan window time atau waktu jeda saat kereta api tidak melintas.

“Insya Allah nggak ada (perjalanan kereta api yang tertunda, Red),” lanjutnya tentang proyek dengan anggaran Rp 23 miliar itu.

Lebih jauh Lurianto menyebut, penggantian jembatan kemarin sekaligus juga untuk persiapan jelang masa angkutan lebaran.

Dengan perbaikan itu, kereta api tidak lagi harus mengurangi kecepatan setiap melintas di sana.

 “Karena banyak jembatan-jembatan yang ada sekarang ini usianya sudah di atas 50 tahun dan 100 tahun,” papar Lurianto.

Selain untuk meningkatkan pelayanan, proyek perbaikan jembatan juga termasuk pengerjaan hidromekanika untuk normalisasi aliran sungai.

Sebab, saat debit air sungai tinggi sering menggenangi area pertanian di sana.

“Awalnya sebelum kami perbaiki, posisi hidrolikanya terdampak ke tanah warga. Banyak yang kalau ada banjir limpahan, itu mengenai tanah warga dan semakin meluas karena itu ada soaring air. Sekarang sudah kami perbaiki,” tandasnya.

Dimensi jembatan baru yang proyeknya sudah dimulai sejak Juli 2024 lalu itu juga lebih besar. Dari yang semula panjangnya hanya 20 meter, kini menjadi 32 meter.

Adapun lebar jembatan menjadi enam meter. Lurianto memprediksi, konstruksi jembatan baru itu bisa bertahan hingga 50 tahun.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Kurangi Kecepatan #radar kediri #Rawan #kereta api #Penggantian jembatan kereta api #jawapos #diperbaiki