Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rawan Banjir, Kemenhub Ganti Jembatan Kereta Api di Kras Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 10 Februari 2025 | 16:41 WIB
DIKEJAR WAKTU: Sejumlah pekerja menyiapkan gelagar jembatan perlintasan kereta api yang hari ini akan dipasang di Desa Jambean, Kras.
DIKEJAR WAKTU: Sejumlah pekerja menyiapkan gelagar jembatan perlintasan kereta api yang hari ini akan dipasang di Desa Jambean, Kras.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya mengganti jembatan perlintasan kereta api (KA) di Desa Jambean, Kras, pagi ini.

Hal tersebut dilakukan melihat kondisi jembatan berusia sekitar 60 tahun itu yang rawan terkena luapan air bah saat debit sungai meningkat.

Humas BTP Kelas I Surabaya Alfaviega Septian Pravangasta mengatakan, sesuai standar keselamatan, jarak maksimal air sungai dengan gelagar jembatan paling bawah adalah satu meter.

Namun, jembatan perlintasan KA di belakang Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo itu, sudah melebihi batas maksimal.

“Karena debitnya sering naik, sehingga rawan ke jembatan dan perlintasannya,” ungkap pria yang akrab disapa Viega itu.

Selain rawan terkena luapan air, menurut Viega, usia jembatan itu juga sudah tergolong tua. Yakni, lebih dari 60 tahun.

 Baca Juga: Pameran Ponpes Lirboyo Kediri Pamerkan Koleksi Berusia Ratusan Tahun, Salah Satunya Ada Surban Kiai Abdul Karim

“(Jembatan perlintasan KA di Kras, Red) itu peninggalan Djawatan Kereta Api (DKA). Jadi memang perlu dilakukan perbaikan,” lanjutnya.

Viega menuturkan, perbaikan jembatan sudah dimulai sejak akhir Agustus lalu. Menelan anggaran sekitar Rp 24 miliar, perbaikan dilakukan dengan mengganti model gelagar.

Jika sebelumnya terdiri dari tiga segmen gelagar jembatan, kali ini diganti dengan gelagar yang langsung satu segmen.

Tidak hanya itu, dalam penggantian jembatan kali ini mereka juga menaikkan ketinggian gelagar setinggi 75 sentimeter (cm).

Selain gelagar, rel juga dinaikkan sepanjang 100 meter di kedua sisi. Dengan demikian, batas maksimal antara air sungai dengan gelagar kini relatif lebih aman.

“Jadi tidak hanya menaikkan gelagar jembatan. Juga menaikkan rel di utara dan selatannya jembatan agar lintasannya tidak terlalu curam,” terang Viega.

 Baca Juga: PKL Jl Dhoho Kota Kediri Melanggar Jam Buka Lapak, Sempat Adu Mulut dengan Petugas

Untuk diketahui, selain memperbaiki jembatan dan perlintasan di sana, BTP juga membenahi plengsengan sungai di sekitar perlintasan KA.

Sehingga, saat debit air sungai naik tidak membanjiri area persawahan warga.

“Secara teknis namanya pekerjaan hidromekanikal. Pekerjaan itu jadi sepaket dengan pembangunan jembatan. Sekaligus untuk preventif ke depannya,” tandas Viega.

Hingga kemarin, persiapan pembangunan jembatan sudah mencapai sekitar 95 persen. Hari ini, rencananya para pekerja akan menggeser jembatan lama dengan yang baru.

“Setelah itu tahap finishing dan selesai,” tegasnya.

 Baca Juga: Penjualan Pangkalan Gas LPG 3 Kg ke Pengecer dipangkas 10 Persen, Ini Penjelasan Disdag Kediri

Pantauan koran ini, hingga kemarin siang sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pemasangan rangka baja di jembatan baru.

Rangka jembatan baru itu terletak di sebelah barat jembatan lama.

Hari ini, rencananya rangka baja baru itu akan dipasang di lokasi jembatan lama. Adapun rangka yang lama akan digeser ke sebelah timur.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #balai teknik perkeretaapian #antisipasi banjir #kemenhub #kai #perlintasa rel KA #jembatan kereta api #jawa pos