Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cegah Banjir Susulan, Ini yang Dilakukan Pemkab di Desa Sepawon Plosoklaten Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 1 Februari 2025 | 20:21 WIB
Satu unit ekskavator dari Dinas PUPR Kabupaten Kediri memulai pembuatan sudetan untuk mengubah arus air agar tidak lagi merusak fondasi jalan di Desa Sepawon, Plosoklaten.
Satu unit ekskavator dari Dinas PUPR Kabupaten Kediri memulai pembuatan sudetan untuk mengubah arus air agar tidak lagi merusak fondasi jalan di Desa Sepawon, Plosoklaten.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Bencana banjir bandang yang membuat akses jalan di Desa Sepawon, Plosoklaten terputus pada Rabu (29/1) lalu, langsung ditindaklanjuti oleh Pemkab Kediri.

Untuk mencegah bencana banjir susulan yang merusak fondasi jalan, pemkab akan membuat sudetan. Tujuannya, untuk mengubah arus air.

Untuk diketahui, jalan terputus yang membuat warga Desa Sepawon, Plosoklaten harus memutar hingga tiga kilometer itu terjadi karena arus air sungai yang arahnya menabrak fondasi jalan.

Dari sana, air baru mengarah ke gorong-gorong di bawah jembatan untuk lanjut ke aliran di bawahnya.

Hal itulah yang membuat jalan sepanjang sekitar 20 meter ambrol pada Rabu sore lalu. Sebab, selain debit air yang tinggi, arus air dari lereng Gunung Kelud itu juga sangat deras.

“Kami akan membuat sudetan baru. Aliran sungainya akan diubah. Yang sekarang kan menabrak jalan baru menggok (berbelok, Red),” ungkap Kabid Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kediri Andri Eko Prasetyo.

Lebih jauh Andri mengungkapkan, dengan dibuatnya sudetan, arus air akan dibuat lurus. Sehingga, bisa langsung masuk ke gorong-gorong di bawah jembatan.

Tanpa harus menabrak fondasi jalan seperti sebelumnya.

Untuk membuat sudetan tersebut, sedikitnya dibutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh hari. Meski demikian dia tidak bisa memastikannya. Sebab, kondisi cuaca sedang tidak menentu.

“Kami usahakan secepatnya. Namun karena masih musim hujan, ketika ada hujan dengan intensitas tinggi akan rawan tergerus lagi. Jadi tidak bisa memastikan (waktu penyelesaian sudetan, Red),” jelasnya.

Kepala Dinas PUPR Irwan Chandra Wahyu Purnama mengungkapkan, sesuai arahan Bupati Hanindhito Himawan Pramana, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PTPN Ngrangkah Pawon untuk perbaikan. Kemarin, PUPR sudah menerjunkan alat berat untuk mulai membuat sudetan.

Selebihnya, satu unit ekskavator juga menguruk lubang sepanjang 20 meter agar jalan yang putus itu bisa terhubung kembali.

“Harapan kami nanti Sabtu (hari ini, Red) sudah bisa lewat masyarakat,” lanjutnya.
Lebih jauh Irwan menyebut, di sisi kanan dan kiri sungai nanti juga akan dipasang bronjong.

Tujuannya, untuk mencegah longsor susulan dan menstabilkan tanah.

Selain itu, Irwan mengaku pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak PTPN. Yakni, terkait pembenahan jalan akses menuju Desa Sepawon yang memang rusak parah.

Seperti diberitakan, banjir bandang yang terjadi Rabu (29/1) lalu tidak hanya memutus akses jalan Desa Sepawon, Plosoklaten. Melainkan juga membuat sembilan rumah warga di Desa Wonorejo, Trisulo kemasukan air bah.

Tidak hanya itu, sedikitnya ada 50 peternak yang ikan peliharaan mereka terbawa air bah karena kolam terendam banjir. Kerugian yang diderita ditaksir mencapai Rp 205 juta.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#banjir #info kediri #pemkab kediri #hujan #plosoklaten