KEDIRI, JP Radar Kediri - Kelenteng Tjoe Hwie Kiong menyiapkan sejumlah pernak-pernik dan makanan khas untuk perayaan Tahun Baru Imlek. Salah satunya, mereka menyiapkan ratusan kue keranjang dan jeruk yang akan jadi persembahan wajib saat ibadah Imlek nanti.
“Di semua altar kami siapkan kue keranjang dan jeruk. Untuk kue keranjang terdiri dari yang bijian dan susun,” ujar Ketua Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tjoe Hwie Kiong Prayitno Sutikno.
Di Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili atau Imlek 2025 nanti, kelenteng yang sudah berusia lebih dari 200 tahun itu memang menghadirkan dua makanan yang wajib ada dalam perayaan.
Sedikitnya ada 17 altar di kelenteng. Adapun jumlah rupang atau patung dewa dan dewi di sana ada sekitar 50.
Untuk memenuhi persembahan di semua altar, dibutuhkan sekitar 200 kue keranjang yang sudah dipesan jauh-jauh hari. “Kalau jeruk biasanya sedikit lebih banyak,” terang Prayit.
Lebih jauh Prayit menyebut, hingga saat ini belum ada produsen kue keranjang di Kota Kediri. Karenanya, mereka harus memesan kue dari Tegal, Jawa Tengah.
“Kalau sementara ini kita pesannya dari pabrikan kue keranjang dari Tegal,” bebernya sembari menyebut, untuk jeruk didatangkan dari lokal Kediri.
Untuk diketahui, kue keranjang yang terbuat dari tepung ketan dan gula itu memang merupakan salah satu kue khas perayaan Tahun Baru Imlek.
Bagi masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek, kue ini bermakna kebersamaan dan kerukunan. Khususnya dalam menghadapi tahun baru yang akan datang.
Sedangkan jeruk kerap dimaknai sebagai simbol keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan. “Selain untuk persembahan, nanti juga akan dibagikan.
Pembagiannya mungkin di Cap Go Meh (hari ke-15 setelah tahun baru Imlek, Red),” urainya sembari menyebut, kue itu akan dibagikan kepada umat atau masyarakat di akhir rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek.
Dua hari jelang perayaan Imlek kemarin, Kelenteng Tjoe Hwie Kiong terus bersolek. Berbagai ornamen bernuansa Imlek seperti lampion juga terpasang di teras dan berbagai sudut kelenteng.
Baca Juga: Ratusan Lampion Bakal Meriahkan Imlek di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri
Sedikitnya ada 300 lampion yang tersebar di area kelenteng. Mulai dari altar hingga area depan kelenteng. Di setiap lampion itu juga dihiasi gambar ular kayu sebagai simbol tahun yang baru nanti.
“Simbol ular kayu kami pasang di setiap lampion,” terang Prayitno sembari menunjukkan ornamen papan nama dari kertas yang menggantung di setiap lampion.
Menurutnya, tahun ular kayu diyakini akan penuh tantangan. Selain itu, tahun ular kayu juga dianggap kurang baik untuk sebagian shio. Di antaranya shio macan, ular, kera, dan babi.
“Nanti kami di kelenteng juga akan melakukan ritual tolak bala. Tujuannya supaya masalah-masalah yang mungkin timbul (di tahun ular kayu, Red) paling tidak bisa dikurangi efeknya,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah