Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kemenag Kabupaten Kediri Sebut Ada CJH yang Gagal Rekam Biometrik

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 25 Januari 2025 | 16:00 WIB

 

AGAL REKAM: Petugas melakukan pemindahan sidik jari calon jemaah haji (CJH)
AGAL REKAM: Petugas melakukan pemindahan sidik jari calon jemaah haji (CJH)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) di Kabupaten Kediri gagal melaksanakan rekam biometrik. Mereka terpaksa mengurungkan niatnya karena sistem rekam biometrik itu masih maintenance.

Diperkirakan proses pemeliharaan sistem itu bisa sampai tiga hari. Mulai kemarin (24/1) hingga Minggu (26/1).

Proses maintenance ini dilakukan dari Kementerian Agama RI. Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, jumlah CJH di Kabupaten Kediri yang sudah menyelesaikan rekam biometrik mencapai 436 orang.

Sedangkan total jemaah yang akan berangkat haji 2025 ini sebanyak 1.436 orang. Masih ada seribu calon jemaah yang belum melakukan rekam biometrik.

Karena jumlahnya masih banyak, Kemenag Kabupaten Kediri menargetkan rekam biometrik ini bisa selesai di awal Februari.

Alasan harus kejar target karena calon jemaah haji dari Kabupaten Kediri akan berangkat lebih awal.

 Baca Juga: Menjelang Imlek, Pelaku UMKM di Kediri Banjir Pesanan

Sebelum masalah maintenance, CJH Kabupaten Kediri juga sempat terkendala karena masalah sidik jari yang sudah halus. Sehingga sistem tidak bisa mendeteksinya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengatakan, pihaknya sudah melakukan perekaman sejak awal Januari lalu.

Namun ada beberapa kendala teknis yang dihadapi pihaknya dalam pelaksanaan perekaman biometrik.

CJH yang sidik jarinya tidak bisa terbaca mencapai ratusan orang. Dia mencontohkan pada awal Januari lalu (9/1), dari 100 CJH hanya 21 yang berhasil. Lalu pada Kamis lalu (23/1) juga ada sekitar 120 orang yang sidik jarinya tidak bisa terbaca.

“Mereka dipanggil kembali dan melakukan perekaman ulang. Alhamdulillah setelah dipanggil sudah klir semua,” jelas Faiz.

Salah satu penyebabnya karena kondisi sidik jari CJH yang tidak bisa terdeteksi. Bisa jadi karena CJH sudah tua sehingga kondisi jarinya sudah halus.

 Baca Juga: Desa di Plosoklaten Kabupaten Kediri Ini Kelompok Wanita Taninya Bisa Memproduksi sampai 15 Kg Keripik

“Biasanya yang sepuh tangannya sudah halus atau mungkin sering dibuat kerja jadi tebal dan sejenisnya, atau mungkin bisa jadi kotor,” jelas Faiz.

Jika seperti itu, petugas harus berulang kali melakukan perekaman. Sampai akhirnya keluar notifikasi pada sistem biometrik, sidik jari sudah terekam.

“Harus terus dicoba. Biasanya dibersihkan, salah satu upayanya itu barang kali kotor itu dibersihkan dulu. Dan diulang-ulang terus sampai keluar notifikasi,” jelasnya.

Sementara itu, Saiful, 64, warga Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, mengaku, harus dua kali datang ke Kantor Kemenag untuk melakukan perekaman biometrik.

 Baca Juga: Nasib Proyek Tol Kediri- Kertosono Masih Terkatung-katung, Ini Salah Satu Pemicunya

Karena pada peremakam pertama tidak bisa terbaca. Sebelumnya, pada Selasa (21/1) lalu, dia melakukan perekaman.

Namun ternyata dia kembali diminta oleh petugas kemenag untuk melakukan perekaman lagi.

“Dapat undangan untuk melakukan rekaman lagi kemarin (23/1),” akunya.

Saat perekaman kedua, selain harus mengantre, dia juga harus melakukan beberapa kali pemindaian. Pasalnya, jari tangannya sudah halus. Sehingga alatnya tidak bisa mendeteksinya.

“Sampai maghrib baru bisa,” akunya. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #gagal #cjh #rekam biometrik #jawapos #Kemenag