Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Kelenteng Tjoe Hwie Kiong mulai bersolek. Tempat ibadah yang berstatus cagar budaya itu kini penuh dengan lampion. Ratusan lampion itu disiapkan untuk menyambut malam pergantian tahun baru masyarakat Tionghoa.
Ketua Yayasan Tri Dharma Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri Prayitno Sutikno mengatakan, persiapan perayaan Imlek sudah berlangsung sejak seminggu terakhir. Mulai dari pembersihan area kelenteng hingga memasang lampion.
“Umat yang memasang lilin juga sudah mulai berdatangan. Jadi setelah bersih-bersih, baru dipasang,” ujar Prayitno.
Lampion tersebut seluruhnya didatangkan dari Kota Surabaya. Merupakan impor dari Tiongkok. “Jumlahnya hampir 300-an lampion,” bebernya.
Baca Juga: Kerja Sama dengan Peternak Sapi Pujon, Makan Bergizi Gratis di Pare Kediri Ada Menu Susu
Prayitno mengatakan, pemasangan lampion akan dilakukan ke seluruh kawasan kelenteng. “Nanti masih dilanjutkan lagi bersih-bersih altar, dan patung-patungnya pada 23 Januari. Nanti diikuti umat kelenteng,” sambung pria asal Kelurahan Balowerti itu.
Perayaan Tahun Baru Imlek kali ini berbarengan perayaan Isra Miraj. Sehingga momentumnya bertepatan dengan libur panjang. Dia memprediksi antusiasme umat dan masyarakat umum untuk menyambut Imlek ini akan meningkat dari tahun sebelumnya.
“Kelihatannya ada peningkatan. Dampak libur panjang,” ujarnya sembari menyebut, beberapa umat juga datang dari luar provinsi, seperti dari Jakarta.
Kawasan Kelenteng Tjoe Hwie Kiong akan diramaikan dengan pertunjukan Barongsai. Bahkan, tarian tradisional Tiongkok itu akan ditampilkan di berbagai tempat, di luar kelenteng. Hal tersebut sama dengan yang digelar tahun sebelumnya.
“Dari kami sampai saat ini ada tujuh sampai delapan show yang akan ditampilkan jelang Hari Raya Imlek,” ungkap Prayitno.
Dia berharap kebersamaan dan keharmonisan tetap terjalin. Tidak hanya sesama umat melainkan juga antarumat beragama. “Kita rayakan Imlek bersama, tidak perlu memandang agama apa. Karena Hari Raya Imlek sudah termasuk hari raya keagamaan di Indonesia. Kita sama-sama saling menjaga dalam perayaan ini,” ungkapnya.