Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cerita Polisi Asal Kediri yang Membuka Usaha untuk Anak Jalanan

Novanda Nirwana • Kamis, 17 Oktober 2024 | 18:24 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-“Mereka (anak jalanan, Red) sudah terbiasa mendapat uang dengan cara praktis lewat mengemis,” begitu pengakuan Aipda Firman Wahyu Tama usai ditinggalkan anak jalanan yang dididiknya. 

Polisi yang kerap disapa Firman itu baru memahami sulitnya menyadarkan anak jalanan agar memiliki tanggung jawab pada diri sendiri.

Selama dua tahun, dia memberikan wadah untuk usaha bagi beberapa pengemis yang dikenalnya saat bertemu jalan.  

Tujuan Firman sederhana. Ingin melatih mereka agar berbisnis. Dimulai dari yang kecil dulu.

Sebagai seorang polisi, lelaki asli dari Trenggalek itu punya caranya sendiri. Dia ingin melatih kedisiplinan anak-anak itu menjadi lebih baik.

Bagi bapak dua anak itu, mereka perlu dilatih untuk disiplin agar terbiasa dengan tanggung jawab.

Usaha yang disediakan Firman untuk anak-anak jalanan itu adalah berjualan es teh. Semua alat dan perlengkapan disediakan olehnya. 

Mulai dari gerobak dan modal awal sudah tersedia semua. Firman saat itu ingin anak jalanan yang terbiasa ngemis itu konsisten berjualan.

Untuk keuntungan, polisi yang kini tinggal di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto itu memberikannya untuk mereka yang berjualan.

Saat itu, ada 15 anak jalanan yang sempat dibina. Bahkan hasil penjualannya mencapai UMR Kota Kediri. Namun, beberapa anak jalanan tersebut tidak bisa bertanggung jawab.

“Habis gajian mereka nggak masuk-masuk, ditelepon juga tidak bisa terus dan menghilang.

Kadang ada juga yang ngasih kabar kalau mau berhenti,” ucap pria berkacamata itu.

Baca Juga: Semarak Dies Natalis ke-42 SMAN 5 Taruna Brawijaya, Panjatkan Doa Bersama Gus Iqdam

Dia mengakui jika membangun kebiasaan dalam diri memang sulit. Apalagi jika mereka yang awalnya mencari uang dengan cara mengemis yang menurutnya mudah.

Sehingga jika diberikan tanggung jawab usaha membuat mereka keberatan.

“Mereka senang jreng-jreng-jreng dapat uang. Susah diubah itu, apalagi mereka sudah terbiasa nyari duit gampang kayak gitu. Kan pasti agak sulit mengubahnya,” keluhnya.

Namun, dengan tekad yang kuat, dia akan terus mencari langkah untuk menyadarkan anak jalanan yang bisa diajak untuk membuka usaha es teh miliknya.

Meski ditinggalkan anak-anak jalanan, Firman tidak patah semangat. Dia tetap menyediakan usaha jika ada anak-anak jalanan yang ingin bekerja. 

Usaha Firman ini  mengajak anak jalanan ini tidak sepenuhnya diterima oleh anak jalanan itu. “Awalnya saya nawarin, saya ajak ngobrol.

Kadang ada yang mau, kadang ada yang ketawa ya tidak apa-apa. Semua butuh proses,” ungkap pria yang kesehariannya bertugas sebagai Ba Sie Propam Polres Kediri Kota.


Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #usaha #jalanan #Untuk Anak #buka #jawapos #polisi