KEDIRI, JP Radar Kediri- Penerbangan umroh dipastikan mundur awal September ini. Meski demikian, pihak Bandara Dhoho Kediri terus mematangkan persiapan untuk menunjang penerbangan direct Kediri-Jeddah.
Salah satu instansi yang disiapkan adalah Kantor Bea Cukai Kediri. Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Ardiyatno mengatakan, sedang mempersiapkan personelnya untuk ditempatkan di bandara. Bea Cukai memiliki kewenangan dan tugas untuk melakukan pemeriksaan pabean. Yakni barang bawaan penumpang yang akan berangkat maupun datang ke Arab Saudi untuk umrah.
Ardi mengatakan, pihaknya akan menugaskan sedikitnya 15 hingga 20 personel untuk berjaga di bandara. Persiapan saat ini sudah dimatangkan nantui tinggal pelaksanaannya saja.
"Bea cukai sudah siap mas, kalau ada pemberitahuan ada penerbangan umrah kami akan tempatkan pegawai di bandara," jelas Ardi.
Sebelumnya, untuk menunjang kinerja petugas Bea Cukai di Bandara Dhoho, ada beberapa sarana dan prasarana yang harus dipenuhi oleh pihak bandara. Seperti halnya ruang kantor Bea Cukai, juga perlu mesin X ray. Alat tersebut dipakai untuk memeriksa barang-barang penumpang yang datang maupun berangkat.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri Lukman Soleh mengatakan, pihaknya juga sudah siap. Kapanpun akan dilakukan penerbangan umrah. "Karena memang kami bekerja 24 jam untuk memantau cuaca. Ada tidaknya penerbangan kami selalu standby," terang Lukman.
Jika akan dilakukan penerbangan umrah, pihaknya tinggal berkoordinasi dengan pihak bandara dan maskapai. Koordinasi itu untuk ketinggian pesawat yang terbang. "Pesawat domestik dengan internasional itu ketinggiannya berbeda jadi hanya menyesuaikan itu saja," terangnya.
Seperti diberitakan, ada dua pencarter pesawat umrah yang siap membuka penerbangan Kediri-Jeddah. Yaitu, satu biro yang akan melakukan penerbangan mulai 6 Oktober. Kemudian, ada pula biro dari Jakarta yang siap membuka penerbangan mulai 3 September.
Penerbangan umrah biro Jakarta inilah yang diundur. Yang sedianya akan melakukan penerbangan pada awal September, mundur 27 September. Hal tersebut dikarenakan Bandara Dhoho belum menerima penetapan terkait bandara domestik yang bisa melayani penerbangan umrah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah