KEDIRI, JP Radar Kediri- Beberapa hari terakhir, masyarakat Kediri merasakan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya. Fenomena ini biasa disebut dengan bedinding. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu dingin ini akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.
BMKG menyebutkan, perubahan suhu udara saat ini karena perpaduan antara musim kemarau dan fenomena Monsoon Australia. Forecaster Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho BMKG Kediri, Muhammad Alfiansyah Pradana menjelaskan, beberapa faktor menyebabkan suhu udara menjadi lebih dingin. Salah satu faktor utamanya adalah fenomena Monsoon Australia yang sedang aktif.
"Monsoon Australia membawa massa udara dingin yang kering dan berhembus ke arah Asia, termasuk pulau Jawa," ujarnya.
Selain itu, Benua Australia saat ini juga sedang memasuki musim dingin, sehingga massa udara dingin dan kering turut berhembus ke wilayah Indonesia.
Kondisi awan juga turut memengaruhi suhu udara. Monsoon Australia menyebabkan tutupan awan yang cenderung sedikit. Awan berperan penting dalam mempengaruhi kondisi cuaca dan suhu di suatu wilayah.
"Saat siang, matahari akan terasa terik dan menyengat karena sedikitnya tutupan awan. Gelombang pendek yang terpancar dari matahari akan terserap sempurna oleh permukaan bumi," urainya.
Tutupan awan yang sedikit berakibat pada suhu yang cenderung lebih panas pada siang hari. Sebaliknya, langit yang cerah dengan sedikit tutupan awan di malam hari menyebabkan gelombang panjang terpancar seluruhnya ke angkasa tanpa pantulan kembali oleh awan.
"Sehingga suhu akan terasa dingin dari biasanya," tandasnya, menyebut bahwa suhu dingin lebih sering dirasakan pada malam hari.
Pradana menambahkan bahwa kondisi ini merupakan fenomena yang berulang dan kerap terjadi selama musim kemarau yang disertai dengan Monsoon Australia.
Berdasarkan catatan BMKG Kediri, suhu terendah yang tercatat di wilayah Bandara Dhoho mencapai 23,8 derajat celcius. Sedangkan di wilayah lain, suhu tercatat lebih rendah, yaitu 18,3 derajat celcius di wilayah Kediri bagian Selatan. Di wilayah Kota Kediri, suhu terendah berkisar 22,4 derajat Celcius.
Selain suhu dingin, perubahan intensitas kecepatan angin juga menjadi sorotan. Pradana mengatakan bahwa kondisi angin di sekitar Bandara Dhoho yang berhembus dari timur hingga tenggara tercatat dengan kecepatan 30 knot, atau 56 km/jam.
"Cenderung lebih kencang dibandingkan dengan hari-hari biasanya," ujarnya. Ia menyebut bahwa dalam kondisi normal, kecepatan angin berkisar 20 knot.
Dengan tingginya kecepatan angin, Pradana mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kenaikan gelombang di perairan selatan Kediri Raya. Saat ini, tinggi gelombang di perairan selatan Kediri Raya berkisar 1 – 2,5 meter. Angin yang berhembus dari arah timur hingga tenggara mencapai kecepatan 26 knot atau 48 kilometer/jam.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah