Hal itu diungkapkan oleh orang nomor satu di Pemkab Kediri tersebut saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau perkembangan proyek pembangunan Bandara Dhoho Kediri (14/7). Pria yang akrab disapa Mas Dhito itu mengungkapkan, dengan runway sepanjang 3.300 meter, Bandara Kediri bisa jadi tempat mendarat pesawat berbadan besar.
“Harapannya memang Bandara Dhoho ini nanti diperuntukkan untuk umrah dan embarkasi haji. Kita mulai untuk umrah dulu," kata pria yang akrab disapa Mas Dhito ini.
Untuk menjadi tempat pemberangkatan haji, menurut bapak dua anak itu harus ada serangkaian persiapan lebih dulu. Di antaranya, membangun asrama haji dan rumah sakit terdekat. Dua infrastruktur itu menjadi syarat dari pemerintah Arab Saudi. "Ini perlahan-lahan dan secara progresif kita akan lakukan itu," lanjutnya.
Melihat perkembangan pembangunan bandara, Mas Dhito menyebut yang masih menjadi catatan saat ini terkait konektivitas antarwilayah untuk mendukung bandara. Terutama jalan tol. Saat ini, Tol Kediri-Kertosono dan Tol Kediri Tulungagung sama-sama masih dalam tahap pembebasan lahan.
Dikatakan Mas Dhito, konektivitas sangat penting dalam menunjang operasional bandara. Karenanya, Pemkab Kediri berkomitmen mendukung kelancaran prosesnya.
Untuk diketahui, Tol Kediri-Kertosono melewati 21 desa di Nganjuk dan Kediri. Sedangkan khusus untuk Tol Kediri-Tulungagung melewati 23 desa di Kabupaten Kediri.
Demi kelancaran proses pembebasan lahan untuk jalan tol, Pemkab Kediri menurutnya mengintensifkan sosialisasi. Terutama kepada pemerintah desa terdampak. Sedangkan progres pembangunan bandara secara keseluruhan sekitar 90 persen. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut melihat progres bandara. Dengan realisasi tersebut, Bandara Dhoho dipastikan bisa beroperasi akhir tahun ini.
Sebelumnya, Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, untuk bisa melayani penerbangan haji dan umrah, masih harus berkoordinasi dengan General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi. Bila izin itu sudah dikantongi, penerbangan untuk haji dan umrah baru bisa dilakukan dari Bandara Dhoho Kediri.
Untuk pelayanan penerbangan haji, selain asrama haji dan rumah sakit sebagaimana disebutkan Mas Dhito, Kementerian Perhubungan meminta dukungan pemerintah daerah dalam penyiapan fasilitas penunjang. Di antaranya, penginapan atau hotel yang terletak di dekat bandara.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah