KEDIRI, JP Radar Kediri- Menjelang penyelesaian proyek Bandara Internasional Kediri banyak harapan disematkan atas keberadaannya. Tidak hanya untuk mempermudah arus transportasi masyarakat Kediri dan sekitarnya. Namun, landasan udara ini juga digadang mampu melayani kebutuhan perjalanan umrah.
Hal tersebut disampaikan langsung Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Bandara Internasional Dhoho Kediri di Kecamatan Grogol, Jumat lalu (14/7). “Harapannya nanti juga bisa untuk melayani umrah. Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke Surabaya dulu,” ujarnya.
Menteri berkacamata tersebut berharap, keberadaan bandara nantinya dapat dijangkau dan dirasakan oleh masyarakat luas. Tidak hanya di Kediri Raya. Melainkan warga di sekitar Kediri lainnya. Pasalnya, bandara ini tidak juga diperuntukkan bagi masyarakat luas.
Lebih jauh, Budi mengatakan bahwa pihaknya memiliki harapan besar dengan kehadiran bandara ini ke depannya. Dia optimistis, keberadaan bandara ini mampu membangun perekonomian di Kediri Raya dan sekitarnya menjadi lebih baik lagi.
Terkait progres bandara, Budi menyebut bahwa proses pembangunan sudah mendekati final. Pihaknya mengklaim, kondisi bangunan sudah mencapai 85 persen. Sedangkan untuk runway atau landasan pacu telah mencapai sekitar 90 persen.
Pengerjaan proyek bandara, menurutnya, menunjukkan tren yang positif. Pihaknya mengakui bahwa secara teknis pembangunan bandara ini sangat bagus. “Tadi saya keliling dan juga lihat dari atas, bangunannya sangat bagus,” klaim pria berumur 66 tahun tersebut.
Berkaca dari hal tersebut, Budi Karya optimistis bandara ini akan dapat beroperasi pada akhir tahun ini. “Insya Allah pada Desember nanti kita sudah mulai bisa terbang ke sini (Bandara Internasional Dhoho, red),” tandas pria yang menjabat Menhub RI sejak 2016 tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah