KEDIRI, JP Radar Kediri - Pasukan memadamkan kebakaran (PMK) menangani 18 kasus sarang tawon Vespa Affinis di Kabupaten Kediri. Itu sejak Juni hingga awal bulan ini. “Memang akhir-akhir ini selain kebakaran, banyak juga evakuasi sarang tawon,” jelas Kasi Operasional Damkar Satpol PP Kabupaten Kediri Semianto.
Penanganan paling banyak dari Kecamatan Ngasem. Jumlahnya tiga sarang tawon. Kemudian, di Kunjang dan Tarokan. Masing-masing dua sarang dimusnahkan. “Lainnya hanya satu sarang tawon. Dari Ngadiluwih, Pare, Wates, Mojo, Pagu, Grogol, Plemahan, Kepung, Gampengrejo, Gruah, dan Kras,” papar Semianto.
Dia menyebut, sebenarnya dalam proses evakuasi sarang tawon endas tidak harus dilakukan petugas damkar. Walaupun sengatan dari tawon berjenis Vespa Affinis ini tidak cukup satu kali, bisa 4-6 kali, namun sengatannya tidak sampai mematikan. Namun, jika tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) bisa menyakitkan.
“Karena biasanya yang memanggil itu karena memang tidak punya APD, selain itu juga nggak mau ambil risiko,” jelas Semi.
Ia mengimbau, warga yang tidak berpengalaman maupun tidak memiliki APD sebaiknya memanggil petugas. Selain evakuasi sarang tawon, Juni sampai kemarin, PMK juga evakuasi kambing masuk sumur, biawak dan ular masuk rumah, dan cincin yang tak terlepas di jari. “Kalau dipanggil mau gak mau harus melayani. Karena tugas kami, selain itu juga karena masyarakat lihat dari TV-TV bahwa damkar bisa lakukan evakuasi apa saja. Jadi mereka ngikut situ, kami harus siap,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah