KEDIRI, JP Radar Kediri-Jumlah jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci bertambah lagi. Ini setelah Kartini binti Sutokarya, jemaah asal Desa Karanganyar, Wates mengembuskan napas terakhir pada Selasa (11/7). Perempuan yang tergabung dalam kloter 31 itu berpulang setelah dirawat di RS King Faisal, Makkah, Arab Saudi.
“Sudah ada dua jemaah haji dari kloter 31 yang meninggal dunia di Tanah Suci,” ujar Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Faiz melalui Humas Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Paulo Jose Ximenes kemarin siang.
Paulo mengungkapkan, Kartini sudah memiliki riwayat penyakit komplikasi sebelum berangkat ke Tanah Suci. Almarhumah sudah beberapa kali ke luar-masuk RS. Bahkan, beberapa kali sampai harus dilakukan transfusi darah.
Baca Juga: Ini Cerita Pemilik Toko Tempat Ela Bekerja, Salah Satunya soal Pertemuan dengan Totok
Saat di Tanah Suci, Kartini juga sering dilarikan ke RS. Almarhumah sempat lama menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Meski sudah dinyatakan sembuh, penyakitnya masih sering kambuh. Tiba-tiba sesak dan lemas. “Saat meninggal dunia, tim medis mendiagnosa jemaah menderita sakit pernafasan akut,” lanjutnya.
Meski demikian, almarhumah tercatat sudah melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji di Armuzna. Kecuali tawaf ifadah dan sai. “Untuk tawaf ifadah dan sai sudah dibadalkan. Alhamdulillah beliau sudah melakukan semua rangkaian ibadah haji,” terang Paulo.
Sebelumnya, sudah ada empat jemaah haji asal Kabupaten Kediri yang meninggal dunia. Semuanya merupakan jemaah kategori lanjut usia (lansia). Muhtadi Kusni, 66, jemaah asal Desa Sekoto, Kecamatan Badas meninggal pada Rabu (28/6) siang.
Baca Juga: DKPP Kabupaten Kediri Waspadai Sebaran Antraks, Ini Tindakannya
Selanjutnya, Moesiran, seorang jemaah berumur 92 tahun asal Kelurahan/Kecamatan Pare meninggal dunia pada Jumat 30 Juni 2023. Ketiga, Raechan Mohamad Dasoeki, seorang jemaah berusia lanjut wafat di Tanah Suci pada Sabtu (1/7) sekitar pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Raechan merupakan jemaah asal Dusun Plosorejo, Desa Janti, Kecamatan Papar. Dia merupakan jemaah dalam rombongan 5 kelompok terbang (kloter) 30. Diduga kuat, almarhum meninggal dunia karena mengalami sesak nafas.
Adapun jemaah keempat yang meninggal di Tanah Suci adalah Musiyam, 68. Perempuan asal Desa Doko, Kecamatan Ngasem yang tergabung di kloter 31 itu meninggal pada Kamis (6/7). “Total sudah ada lima jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci,” tandas Paulo.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah