KEDIRI, JP Radar Kediri-Musiyam, 68, jemaah haji asal Desa Doko, Kecamatan Ngasem menambah daftar jemaah yang meninggal dunia. Lansia yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 31 itu wafat pada Kamis (6/7) lalu. Dia menjadi jemaah keempat dari Kabupaten Kediri yang meninggal di Tanah Suci.
Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, Musiyam awalnya hanya mengeluhkan sakit batuk dan pilek. Tim dokter langsung memberi obat dan merawatnya. Dia juga dilarikan ke Rumah Sakit (RS) King Faisal Arab Saudi.
Meski demikian, kondisinya semakin hari semakin parah. Batuk dan pilek yang dideritanya semakin menjadi. Perempuan tua itu belakangan juga kehilangan nafsu makan hingga membuatnya lemas. Akhirnya dia dinyatakan meninggal dunia karena sesak napas dan saturasi oksigennya turun drastis.
“Almarhumah dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 04.30 waktu setempat,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Achmad Faiz.
Meski dalam kondisi sakit, menurut Faiz almarhumah tetap melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji. Mulai dari Arafah sampai Mina. Bahkan dia juga sudah melaksanakan rangkaian tawaf ifadloh dan sa’i. “Kami sudah mendapatkan informasi bahwa almarhumah dimakamkan di Syarayya, Arab Saudi,” lanjut Faiz tentang tempat peristirahatan terakhir Musiyam.
Selain Musiyam, sebelumnya ada tiga jemaah haji asal Kabupaten Kediri yang meninggal dunia di Tanah Suci. Semuanya merupakan jemaah lansia. Yaitu, Muhtadi Kusni, 66, jemaah asal Desa Sekoto, Kecamatan Badas yang meninggal pada Rabu (28/6) siang.
Kemudian, Moesiran, seorang jemaah berumur 92 tahun asal Kelurahan/Kecamatan Pare yang meninggal dunia pada Jumat (30/6) lalu. Yang ketiga Raechan Mohamad Dasoeki, dia wafat di Tanah Suci pada Sabtu (1/7) lalu.
Raechan merupakan jemaah asal Dusun Plosorejo, Desa Janti, Kecamatan Papar.
Pria yang merupakan jemaah kloter 30 itu meninggal dunia karena mengalami sesak napas. Selain empat jemaah, beberapa lainnya sempat menurun kondisi kesehatannya. Di antaranya menderita batuk dan pilek karena faktor kelelahan dan cuaca di Arab yang terik.
“Beberapa jemaah mengeluhkan sakit dan pilek. Kami langsung berkoordinasi dengan petugas kesehatan untuk memberikan penanganan medis,” sambung Ketua Kloter 30 M. Tontowi Jauhari kepada koran ini. Ratusan jemaah Kediri Raya yang berada di kloter 29, 30, 31, dan sebagian kloter 32 dijadwalkan tiba di tanah air pada Senin (17/7) nanti.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah