Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hadapi Kemarau, BPBD Kota Kediri Kaji Ulang Titik Rawan

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 11 Juli 2023 | 16:07 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri–
Menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga September nanti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mengkaji ulang titik rawan kebakaran. Khususnya di kawasan hutan dan lahan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan, setidaknya ada 16 titik rawan kebakaran lahan dan hutan akan direlokasi. Itu setelah pihaknya menyusun ulang kajian risiko bencana (KJP) untuk memetakan detail multi hazard atau potensi bencananya.

“Dalam menghadapi musim kemarau, kita ada beberapa kebijakan makro. Salah satunya melakukan pemetaan di beberapa wilayah yang punya resiko atau potensi tinggi mengalami kekeringan atau kebakaran lahan,” ujarnya.

Baca Juga: Kecantol Janda Kang Dalbo Nelangsa

Namun begitu, menurut Indun, ancaman kekeringan di Kota Kediri belum pernah terjadi selama empat tahun ke belakang. Sebab, berdasarkan kajian lingkungan hidup, sumber air di Kota Kediri diperkirakan surplus.

“Sumber air yang ada di Kota Kediri untuk memenuhi kebutuhan semua masyarakat itu surplus. Jadi lebih-lebih,” paparnya.

Namun begitu, pihaknya tetap memetakan titik-titik yang berpotensi kebakaran lahan dan hutan. Khususnya di lahan pertanian tebu dan kawasan dataran tinggi yang secara historis pernah mengalami kekeringan. “Di wilayah yang punya potensi kekeringan, seperti di Kelurahan Pojok itu kemarin kita sudah perkirakan, kira-kira kalau terjadi kekurangan air di daerah tersebut, sumber-sumber mana yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” tandasnya sembari menambahkan, pada 2019, satu RW di wilayah Lebak Tumpang, Kelurahan Pojok, pernah mengalami kekeringan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#bpbd #kemarau #cuaca panas #cuaca extreme