Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sosok Giza Fatimatus Ghiffania

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 10 Juli 2023 | 20:18 WIB

Photo
Photo

Kecintaan Giza
Fatimatus Ghiffania pada pranatacara muncul saat melihat pembawa acara di hajat pernikahan fasih berbahasa Jawa. Dari situ membuatnya takjub sehingga muncul keinginan belajar jadi pemandu acara berbahasa Jawa.

mrangguli kawontenan ingkang maneka warni ing madyaning bebrayan. Paripurna dhahar boga jenar mancawarna, penganten kekalih aparingan unjukan toya wening ingkang mengku pralampita mung penganten kekalih anggenipun nindakaken pakarti tansah linambaran weninging manah mawah menebing kalbu ing pangajab tansah tinemu ayom, ayem, miwah tentrem.”

Sederet ucapan dalam bahasa Jawa itu mengalir lincah dari mulut Giza Fatimatus Ghiffania. Menunjukkan kemahirannya mengiringi pasangan pengantin yang acaranya dia pandu sebagai pranatacara alias pembawa acara.

“Kata-kata itu artinya, saling suap sebagai tanda bila mempelai berdua selalu bersama dan saling sayang serta cinta. Meskipun menghadapi segala macam ujian dan cobaan di masa berkeluarga.

Baca Juga: 4 Fakta Laga Persik v Madura United di Liga 1 2023/2024

Selesai acara dhahar bersama mempelai berdua disiapkan air putih untuk dinikmati sebagai minuman yang menyegarkan. Sebagai simbol bila mempelai berdua dalam mengerjakan sesuatu selalu didasari hati yang bening dan jiwa yang tenang. Semoga selalu damai dan bahagia,” terangnya.

Karena kepiawaiannya berbahasa Jawa itu membawa pendengarnya terhanyut dalam sakralnya acara pernikahan. Kemahirannya itu tidak dimiliki semua orang, terlebih anak muda. Karena selain memiliki pakem yang sulit dipelajari, juga tidak semua orang mau menggelutinya. Tapi berbeda dengan perempuan asal Gambyok, 
anak muda yang enggan belajar bahasa Jawa, justru tidak dengannya.

Karena kemirisannya terhadap generasi muda yang semakin meninggalkan bahasa Jawa, membuatnya ingin menujukkan pada generasinya bahwa bahasa Jawa memiliki keindahan yang harus dilestarikan.

Baca Juga: Ini Wejangan Pelatih Persik Kediri Marcelo Rospide kepada Para Pemainnya

“Karena miris dengan anak muda yang tidak bisa bahasa Jawa secara fasih, hanya bisa dasarannya saja, kayak aku dulu, Cuma bisa bilang, nggih, sampun, mboten. Bahkan kadang ada yang bilang, sugeng pagi, sugeng siang,” aku lulusan SMA 1 Grogol itu. Selain karena kemirisannya itu, rasa cintanya dengan pranatacara muncul karena melihat pembawa acara di pernikahan. Giza takjub dengan kepiawaian pembawa acara yang fasih melafalkan bahasa Jawa.

“Kok bisa ya ada orang berbahasa Jawa dengan lancar, jadi tertarik dan pingin bisa,” jelasnya.

Walaupun untuk merealisasikan keinginannya itu tidak mudah. Terlebih karena awalnya dia hanya bisa bahasa Jawa dasar saja. Sehingga membuatnya kesulitan. Terlebih buku acuannya full berbahasa Jawa yang tidak dipahami.

Baca Juga: Siapa Lini Tengah Terkuat? Persik Kediri atau Madura United, Ini Gambarannya

“Harus berpikir kreatif, harus ngejar, kalau gak gitu bisa ketinggalan. Awal mula memahami dengan browsing, tapi kan gabisa akurat, karena pemaknaannya pun berbeda, jadi juga harus sering bertanya,” jelas perempuan yang juga aktif ikuti berbagai kursus itu, seperti MC bahasa Indonesia maupun kursus model itu.

Tidak jarang mendapatkan banyak pertanyaan negatif maupun cemooh orang lain. “Banyak yang tanya, ngapain sih belajar kaya gitu, tapi prinsip ku, sebelum kita belajar bahasa yang lain, kuasai dulu bahasa lokal kita, agar nantinya tidak tergeser jaman,” sebut perempuan yang melanjutkan studinya di Uniska Kediri itu.

Dia ingin membuktikan, anak muda pun bisa menguasai bahasa Jawa yang dicap sulit dan kuno. “Untuk membuktikan, apa yang terlihat sulit itu sebenarnya tidak, dan bahkan bisa dikuasai anak muda seperti aku ini,” ujar perempuan yang jadi Duta Ekonomi Kreatif Kediri 2023 itu.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#model #giza #mc #bahasa jawa