KEDIRI, JP Radar Kediri- Harapan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar agar Jembatan Bandarngalim bisa beroperasi Agustus nanti, sepertinya, bakal terpenuhi. Sebab, hingga saat ini progres pengerjaan jembatan yang diperlebar itu sangat signifikan. Mencapai 80 persen.
Hal itu diketahui saat Abu-sapaan akrab wali kota-melakukan kunjungan ke proyek itu kemarin siang. Sekaligus mengecek apakah pengerjaan jembatan bisa rampung pada 17 Agustus nanti.
“Jembatan Bandarngalim dibangun itukan ada dampaknya. Makanya kita pastikan jembatan ini selesai tepat waktu,” ucap sang wali kota, di sela-sela melihat proyek yang berlokasi di barat Alun-Alun Kediri itu.
Baca Juga: Bupati Kediri Dhito Dorong Lukisan Lokal Masuk Bandara Internasional Dhoho
Sebelumnya, Abu memang meminta proyek jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kota dengan Mojoroto tersebut selesai Agustus. Meskipun jadwal yang disepakati oleh PT Bukaka Teknik sebagai pelaksana dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menetapkan Oktober.
Permintaan wali kota tersebut karena melihat dampak penutupan. Yang membuat mobilisasi warga terhambat. Terutama mobilisasi suplai barang. Berefek pada laju ekonomi juga tersendat.
“Suplai barang di Kediri kan agak tersendat. Ekonomi juga. Akhirnya putarannya kurang kencang,” dalih Abu.
Terkait target selesai 17 Agustus itu, Abu tidak meminta rampung keseluruhan. Melainkan cukup jembatan yang bisa difungsikan. Sementara finishing bisa sambil berjalan. Seperti pemasangan ornamen maupun pengecetan.
Baca Juga: Pingin Dadi Pegawai Negeri karena Diselingkuhi
“Kalaupun ada kekurangan sedikit sedikit dalam hal finishing atau pengecetan atau yang lain ya silakan saja dicek. Tapi setidaknya jembatan ini bisa digunakan. Agustus saya minta jembatan digunakan bisa dilewati sehingga perekonomiannya bisa lancar,” jelasnya.
Sementara itu Manager Lapangan PT Bukaka Teknik Utama Eko Satriyo Nugroho menyebut akan mengupayakan permintaan wali kota itu. sedangkan untuk progresnya sendiri saat ini sudah mencapai 80 persen.
“Kami upayakan sesuai dengan arahan Pak Wali. Setidaknya bisa fungsional, bisa dilewati. Mengenai kekurangan yang kecil-kecil, yang minor-minor, itu nanti bisa sambil dikerjakan,” jelasnya.
Untuk saat ini, tahapan yang sedang dilakukan adalah proses pemasangan abutmen. Yaitu substruktur yang berada di ujung bentang jembatan. Yang berfungsi untuk menopang superstrukturnya.
Baca Juga: Ini Pengakuan Yusuf Meilana ketika Pertama Kali Ditunjuk Menjadi Kapten Persik Kediri
Eko menjelaskan, untuk penyangga abutmen di bagian barat sudah rampung. Sudah siap dipasangi balok. Sedangkan untuk bagian timur dalam proses pengecoran.
“Nanti malam (tadi malam, Red) dilakukan pengecoran. Mungkin sampai subuh. Tiga hari kemudian dilakukan pengecoran di bagian atasnya. Tujuh hari baru bisa dibebani sisanya (balok, Red) yang sepertiga,” beber Eko.
Sembari menunggu proses pengecoran selesai, akan dikerjakan yang lain. Seperti pemasangan kantilever atau lantai plat penopang aspal. Ini untuk mempercepat proses pembangunan.
“Sambil menunggu pengecoran, konsentrasi juga di atas untuk pemasangan (kantilever),” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah