Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jemaah Haji Kabupaten Kediri Mulai Keluhkan Batuk dan Pilek

Andhika Attar Anindita • Kamis, 6 Juli 2023 | 16:44 WIB

HAJI: Rombongan jemaah haji Kabupaten Kediri menuju hotel di Madinah. Beberapa jemaah mengeluh sakit batuk dan pilek.
HAJI: Rombongan jemaah haji Kabupaten Kediri menuju hotel di Madinah. Beberapa jemaah mengeluh sakit batuk dan pilek.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jemaah haji asal Kabupaten Kediri mulai mengalami penurunan kondisi kesehatan. Beberapa dari mereka terserang penyakit batuk dan pilek. Penyebabnya adalah cuaca panas yang ekstrem dan kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah haji.

“Suhunya memang panas di sini (Arab Saudi, Red). Beberapa (jemaah) ada yang batuk dan pilek,” terang Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 30 SUB Muhamad Tontowi Jauhari yang dihubungi Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Keluhan batuk dan pilek muncul setelah jemaah menjalani rangkaian ibadah yang panjang. Karena ibadah haji memang membutuhkan fisik dan stamina yang prima. Ibadah yang harus dilalui sangat menguras tenaga. Hal itu menyebabkan jemaah rawan sakit.

Menyikapi hal tersebut, Tontowi terus berkoordinasi dengan tim medis. Agar setiap gejala dan keluhan yang dirasakan jemaah dapat langsung ditindaklanjuti.

“Kami selalu konsultasi dan komunikasi dengan tim kesehatan. Alhamdulillah, mereka juga responsif,” sebut Tontowi.

Sebelumnya, jemaah haji asal Kabupaten Kediri dilaporkan telah meninggal dunia sebanyak tiga orang. Ketiganya merupakan jemaah kategori lanjut usia (lansia). Mereka adalah Muhtadi Kusni, 66, jemaah asal Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Moesiran, 92, asal Kelurahan/Kecamatan Pare, dan Raechan Mohamad Dasoeki, asal Desa Janti, Kecamatan Papar.

Untuk Muhtadi, sebelum meningga sempat menjalani perawatan intensif di Kantor Kesehatan Arafah. Keesokan paginya, jemaah berpindah dari Arafah ke Musdalifah. Saat itula Muhtadi terlihat gelisah di kursi rodanya. Mengeluh badannya lemas dan sesak napas. Hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (28/6) siang.

Sedangkan Moesiran dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (30/6). Sementara Raechan wafat Sabtu (1/7) sekitar pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Diduga kuat, almarhum meninggal dunia karena mengalami sesak nafas. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jamaah haji #jamaah haji kediri #haji kediri #haji #jamaah