KEDIRI, JP Radar Kediri–Warga terdampak Tol Kediri-Tulungagung di Kota Kediri harap-harap cemas. Pasalnya, hingga minggu pertama Juli ini masih belum ada progres yang berarti terkait pembebasan tanah. Padahal, untuk proyek yang sama di Kabupaten Kediri kini sudah mulai dilakukan pembayaran ganti rugi.
Seperti diungkapkan oleh Adi, 32, salah satu warga yang tanah keluarganya terdampak Tol Kediri-Tulungagung. Pria yang tinggal di Kelurahan Semampir itu menjelaskan, pada Mei lalu dirinya sempat melihat pengumuman daftar nominative (danom) di Kelurahan Semampir. Di sana tertuang luasan tanah milik keluarganya yang terdampak proyek strategis nasional tersebut.
Demikian juga dengan bangunan dan beberapa item yang ada di sana. “Tetapi sampai sekarang (awal Juli, Red) masih belum ada kejelasan tentang pembebasan tanah. Padahal di kabupaten sudah mulai pencairan ganti rugi,” katanya.
Baca Juga: Ora Oleh Pacaran eh, Kebrojolan
Jika warga Kelurahan Semampir yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung sudah bisa melihat danom proyek jalan bebas hambatan tersebut, warga di kelurahan lain justru masih harus bertanya-tanya. Sebab, meski tanah mereka sudah diukur oleh tim gabungan hingga Juli ini belum ada kejelasan. “Masih belum tahu kelanjutannya seperti apa,” sambung Agus, 57, warga Kelurahan Mojoroto.
Diakui Agus, warga yang terdampak proyek Tol Kediri-Tulungagung kini mulai cemas. Sebab, mereka harus memikirkan mencari tanah pengganti. Di saat yang sama, warga belum berani melangkah karena belum tahu besaran ganti rugi yang akan diterima. “Ya menunggu terus, tapi tidak ada kepastian,” sesalnya.
Sayang, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri Jany Danny Assa belum bisa dikonfirmasi terkait progres terbaru pembebasan tanah Tol Kediri-Tulungagung. Saat dihubungi koran ini melalui WhatsApp, tidak dibalas. Telepon Jawa Pos Radar Kediri juga tidak diangkat.
Baca Juga: Dinas PUPR Lakukan Pengecekan Lapangan Pengerjaan Lanskap Alun-Alun Kota Kediri
Kepala Kelurahan Semampir Rizky Yuda yang dikonfirmasi tentang perkembangan pembebasan tanah di wilayahnya menyebut, kali terakhir pihaknya menerima danom pada akhir Mei lalu. “Sudah kami umumkan,” terang Rizky sembari menyebut appraisal masih belum dilakukan hingga awal Juli ini.
Setelah diumumkan, diakui Rizky ada sanggahan dari masyarakat terkait hasil pengukuran. Kelurahan, menurut Rizky berupaya memfasilitasi hal tersebut dengan tim pengadaan tanah dan BPN Kabupaten Kediri.
Untuk diketahui, lambatnya progres pembebasan tanah Tol Kediri-Tulungagung jadi sorotan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Dalam rapat yang berlangsung secara online minggu lalu, mereka meminta agar dilakukan percepatan. Terutama di empat kelurahan yang menjadi akses Tol Kediri-Tulungagung ke bandara.
Baca Juga: Hindari Truk, Bus Harapan Jaya Terperosok di Selokan Desa Janti, Kecamatan Papar
Yaitu Kelurahan Semampir, Mojoroto, Bujel, dan Gayam. Selain empat kelurahan tersebut, ada empat kelurahan lain yang juga terdampak tol. Yaitu, Kelurahan Mrican, Ngampel, Sukorame, dan Pojok. Total lahan di delapan kelurahan mencapai 76,5 hektare.
Sementara itu, jika di Kota Kediri belum dilakukan appraisal, di Kabupaten Kediri kini sedang melanjutkan pembayaran ganti rugi. Ada belasan bidang tanah terdampak di Desa Manyaran, Banyakan yang hari ini mencairkan uang senilai Rp 7,8 miliar. “Akan dibayarkan besok (hari ini, Red),” ujar Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri Eko Priyanggodo tentang pembayaran tanah sebanyak 18 bidang tersebut.
Seperti sebelumnya, pembayaran uang ganti rugi akan diberikan dalam bentuk tabungan. Setelah menerima buku tabungan, mereka baru bisa mencairkan sendiri di bank.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah