KEDIRI, JP Radar Kediri–Setelah ground breaking akhir Juni lalu, rekanan penggarap revitalisasi Alun-Alun Kota Kediri langsung tancap gas. Kemarin, sejumlah pekerja terlihat mulai mengerjakan lanskap dan beberapa item proyek lainnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Endang Kartika Sari ikut mengawasi langsung proyek strategis daerah tersebut.
Ditemui di lokasi proyek, Endang menyebut awal Juli ini rekanan langsung menggarap tiga blok proyek. Mulai pembangunan pujasera, lanskap, dan ramp. “Untuk lanskap, tanah suburnya juga sudah didatangkan. Nanti diratakan dan diukur elevasinya,” kata Endang.
Selain mengecek langsung pengerjaan tiga item proyek itu, Endang juga mengawasi pengecoran ground water tank (GWT). Termasuk memastikan mutu material beton dengan tes slump.
Baca Juga: Hindari Truk, Bus Harapan Jaya Terperosok di Selokan Desa Janti, Kecamatan Papar
Di depan rekanan, Endang meminta agar rekanan memperhatikan
aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). “Saya minta untuk K3-nya perlu diperhatikan. K3 itu tidak hanya APD (alat pelindung diri, Red) saja tapi juga sarana prasarana untuk bekerja juga harus diperhatikan,” pintanya.
Sementara itu, Project Manager Pembangunan Alun-Alun Supoyo mengatakan, selain pengecoran plat GWT, pihaknya juga sudah melakukan pembesian kolom. Pengerjaan tahap awal ini ditargetkan bisa rampung dalam satu minggu. “Saat ini kita masih pengerjaan struktur bawah. Setelah itu baru menginjak struktur atas. Targetnya dalam seminggu sudah tuntas untuk struktur bawah,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Poyo itu menjelaskan, setelah pengecoran GWT, pihaknya baru bisa melakukan pembesian kolom. Selebihnya, mereka menargetkan membuat plat untuk lantai satu pada pertengahan Juli nanti.
Baca Juga: Pyro Marketing
Selama proses itu, tim konsultan pengawas akan memeriksa progresnya. Mereka diminta memastikan proyek direalisasikan sesuai spek. Demikian juga dengan mutunya.
Selebihnya, proyek senilai Rp 23,8 miliar itu harus bisa rampung pada 21 Desember nanti. “Setelah pengecoran lantai selesai, selanjutnya kontraktor akan merangkai pembesian dinding. Setelah itu kami akan melakukan checklist,” tandas Inspektorat Pengawas Proyek Alun-alun Haris Wirahman Ischan.
Pengecekan menurut Haris meliputi teknis pemasangan instrumen pendukung proyek, kesesuaian pemasangan, hingga kebersihan. “Cek kebersihannya untuk menghindari sampah. Setelah itu baru diperbolehkan ngecor. Kami maksimalkan dalam sehari bisa selesai,” tandas Haris.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah