KEDIRI, JP Radar Kediri – Warga Gang 7 Mojoroto akhirnya membuka palang water barrier yang sebelumnya menutup akses jalan ke Jembatan Mojoroto atau biasa disebut Buk Duwur. Meski baru bisa dilalui kendaraan roda dua, kondisi itu cukup berdampak bagi pengguna jalan. Sebab, sudah sejak awal April akses transportasi tertutup. Itu karena jalan amblas dan retak di beberapa bagian.
Pantauan koran ini, water barrier yang awalnya menutup seluruh akses jembatan, kini terbuka separo. Motor dan sepeda pun mulai berlalu-lalang di sana. “Banyak pedagang di sini mengeluh sepi. Pelanggan yang biasanya dari Ngampel nggak bisa lewat,” kata Farida, warga Mojoroto.
Sejak ditutup, menurutnya, warga harus memutar melewati jembatan di gang 8 yang tak jauh di utara Buk Duwur. Di sana, roda 4 dapat melintas. Gatot, warga lainnya, menambahkan, sekitar 2 minggu Buk Duwur dibuka untuk roda dua. Keputusan itu merupakan kesepakatan warga di timur dan barat sungai. “Kalau sekarang kan sudah nggak musim hujan. Jadi nggak bahaya. Asal motor saja yang lewat. Mobil belum boleh,” ujarnya.
Lurah Mojoroto Ahmad Toharudin mengaku, belum tahu warga membuka akses jembatan yang mulai retak dan amblas sekitar tiga bulan lalu itu. Namun ia mendengar keluhan pedagang yang sepi pembeli. “Tapi bukan berarti kami mengiyakan. Kami tidak memberi izin dibuka. Karena instruksi dari PU (dinas PUPR, Red) untuk sementara ditutup,” ungkapnya.
Kepala kelurahan yang akrab disapa Udin itu pun mengimbau, agar masyarakat mengutamakan keselamatan saat melintasi akses jalan dan jembatan tersebut. Sebab, menurutnya, masih ada alternatif jalur lain yang tak jauh dari lokasi itu dan lebih aman dilewati.
“Tetap bersabar, kita ikuti prosedurnya. Pemerintah juga tidak diam tidak tutup mata. Semoga segera dimulai perbaikannya,” harap Udin sembari menambahkan, warga masih bisa menyeberang melalui jembatan di Gang 8, tepatnya di sisi utara Buk Duwur.
Baca Juga: Bakar Sampah, Bara Api Membakar Rumpun Bambu di Mojoroto
Rencana Bongkar Total Jembatan pada 2024
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Endang Kartika Sari melalui Kabid Bina Marga Dinas PUPR I Made Dwi Permana mengatakan, belum ada koordinasi terkait pembukaan akses Buk Duwur dengan warga sekitar.
“Secara konstruksi masih bisa untuk dilewati kendaraan roda 2. Tapi jangan dianggap itu sepenuhnya aman. Sebab istilah statusnya saat ini masih awas atau siaga,” papar Made.
Kendati begitu, pihaknya secara kontinyu terus memantau kondisi jembatan. Termasuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah. Seperti saat turun hujan lebat, maka jembatan harus ditutup.
Adapun terkait rencana perbaikan Buk Duwur, Made mengisyaratkan baru bisa terrealisasi tahun depan. Sebab, perbaikan akan dilakukan dengan pembongkaran total konstruksi jembatan.
“Rencana bongkar total kami usulkan di tahun 2024. Karena dari segi konstruksi juga disarankan tidak ada pilar di tengah. Jadi hanya di pinggir,” tandasnya.
Rencana konstruksi baru itu, lanjut Made, juga untuk mengantisipasi kerusakan di kemudian hari. Sebab, konstruksi saat ini menyebabkan sampah menumpuk di tengah aliran sungai.
Pun dengan aliran air yang terpecah mengarah ke tepi-tepi sungai atau plengsengan. “Air yang terpecah juga memperparah pengikisan di kiri dan kanan aliran sungai,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah