KEDIRI, JP Radar Kediri – Jalur zonasi menjadi peluang akhir bagi para pencari sekolah negeri. Hal itu yang membuat masih maraknya fenomena pindah domisili atau pindah kartu keluarga (KK). Tujuannya, untuk mendekatkan alamat rumah dengan sekolah yang dituju.
“Tiap tahun pasti ada (yang pindah domisili). Cuma kurang tahu banyak apa enggak,” ujar Don, warga Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto.
Sebagai gambaran, tempat tinggal Don tak jauh dari Jalan Veteran, yang menjadi lokasi banyak sekolah negeri favorit. Hanya 700-an meter. Lelaki ini mengatakan, rata-rata kebiasaan ‘titip KK’ dilakukan sanak saudara warga yang berdomisili di dekat sekolah.
“Biasanya anaknya rumahnya di Ngasem (Kabupaten Kediri, Red). Terus kakek dan neneknya tinggalnya di sini. Kalau begitu kan masih keluarga. Cuma memang beda KK dan rumahnya jauh,” urainya. Tentu saja, warga yang dititipi itu tetap harus mengurus perubahan atau penambahan KK ke kelurahan setempat.
Kasi SMA PK-PLK Cabdisdik Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri Chairul Effendi tak menampik fenomena seperti itu. “Memang ada informasi seperti itu. Hanya saja kami tidak bisa melarang KK yang bukan dengan orang tuanya. Karena bisa jadi ternyata memang dia tidak punya orang tua atau mungkin diadopsi,” ujar Chairul.
Namun, tetap ada aturan terkait pindah domisili. Syarat tanggal terbit KK paling singkat adalah satu tahun sebelum pendaftaran tahap 1 PPDB 2023 dibuka pada 19 Juni 2023.
“Selama dia sudah terdaftar di KK setidaknya satu tahun ke atas, maka bisa digunakan untuk mengambil PIN (personal identification number, Red),” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, PPDB SMA jalur terakhir dibuka sejak Sabtu (1/7). Di hari terakhir pendaftaran kemarin, hasil seleksi sementara berdasarkan jarak rumah masih mengalami pergeseran.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di situs ppdb.jatimprov.go.id pukul 17:39 kemarin, hasil seleksi sementara di semua SMA negeri Kota Kediri bergeser. Di nomor urut terakhir sesuai pagu sekolah, keterangan jarak seluruhnya semakin pendek.
Terkait pergeseran berdasarkan jarak itu, pada umumnya siswa jalur zonasi berebut mendaftar lebih awal. Sebab, waktu pendaftaran juga jadi salah satu kriteria pemeringkatan.
“Kalau zonasi pergeserannya di hari kedua kecil. Karena rata-rata mereka rebutan daftar di hari pertama,” pungkasnya.
Sementara itu, pendaftaran PPDB jalur zonasi untuk SMPN di Kabupaten Kediri juga sudah dimulai. Dinas Pendidikan (Disdik) membuka pendaftaran tersebut mulai hari ini Senin (3/7). Lalu, ditutup pada hari Rabu (5/7).
Tidak hanya membuka pendaftaran saja, pihak operator juga akan melakukan proses verifikasi di masing-masing sekolah. Nantinya, hasil pengumuman seleksi jalur zonasi akan diketahui pada Sabtu (8/7). “Nanti daftar ulang rencananya tanggal 10-13 Juli 2023,” ujar Kabid Dikdas Disdik Kabupaten Kediri Fadeli.
Berdasarkan pentunjuk teknis (juknis) yang disusun pihaknya, seleksi PPDB jalur zonasi ditentukan berdasarkan peringkat yang dihitung dari jarak. Antara rumah tempat tinggal peserta dengan sekolah tujuan. Perhitungannya menggunakan cetak lokasi domisili atau koordinat pendaftar dari aplikasi Google Maps dengan moda jalan kaki.
Jika pada batas kuota terdapat jarak yang sama, maka peringkat ditentukan berdasarkan usia peserta didik. Didahulukan yang lebih tua. “Apabila dengan jarak dan usia masih masih sama, akan dilihat siapa pendaftar yang lebih awal,” tutur Fadeli.
Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, tiga sekolah berstatus negeri. Sedangkan satu sekolah sisanya berstatus swasta. Lebih lanjut, bagi calon peserta didik yang berdomisili di perbatasan zonasi dapat memilih satu sekolah di luar zonasinya. Pada zona lain yang terdekat dengan domisili tempatnya tinggal masing-masing.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah