KEDIRI, JP Radar Kediri- Satu lagi jemaah haji asal Kabupaten Kediri yang meninggal dunia di Tanah Suci. Raechan Mohamad Dasoeki, asal Desa Janti, Kecamatan Papar, mengembuskan napas terakhir Sabtu (1/7) pukul 17.00 waktu setempat. Jemaah yang masuk dalam rombongan 5 kelompok terbang (kloter) 30 ini meninggal karena sesak napas.
“Waktu berangkat ke Arafah kondisinya sehat. Tetapi pas di Arafah langsung dirujuk untuk dipasang infus oleh tim dokter,” ujar Ketua Kloter 30 Muhamad Tontowi Jauhari kemarin.
Saat itu kondisi Raechan relatif stabil. Begitu pula saat perpindahan dari Arafah ke Musdalifah. Baru setelah bergeser menuju Mina kondisi almarhum mulai drop.
Menurut Tontowi, rencananya Raechan dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Sayang, sebelum terlaksana sudah lebih dulu meninggal. “Siangnya makan juga lahap. Masih sadar juga,” terangnya.
Baca Juga: Ini Optimisme KPU Kabupaten Kediri soal Partisipasi Pemilu
Tontowi berharap, keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan dan ketabahan. “Kami berdoa, beliau hajinya menjadi haji yang mabrur. Diterima semua amal ibadahnya dan diampuni segala dosa-dosanya,” ucap Tontowi.
Dengan wafatnya Raechan, total jemaah haji asal Kabupaten Kediri yang meninggal dunia menjadi tiga orang. Semuanya berstatus sebagai lansia. Sebelumnya ada Moesiran, 92, asal Kelurahan/Kecamatan Pare meninggal Jumat (30/6). Kemudian Muhtadi Kusni, 66, asal Desa Sekoto, Kecamatan Badas mengembuskan napas terakhir Rabu (28/6).
Sementara, dari rombongan Kota Kediri, seorang jemaah lansia kondisi fisiknya drop. Tidak memungkinkan mengikuti lempar jumrah atau ibadah jamarat. Akhirnya, jemaah tersebut diwakili oleh yang lain.
Baca Juga: Inilah Eno Mareta, Atlet Balap Sepeda Potensial dari Kota Kediri
“Informasi dari tim kesehatan, memang jemaah yang tidak mampu melakukan jamarat lebih baik diwakilkan,” kata Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri Mohammad Qayyim.
Sedangkan jemaah lansia yang berniat melempar jumrah sendiri, diimbau untuk melakukannya sore hari. Sebagai antisipasi cuaca panas di Arab Saudi.
“Teman-teman (jemaah dan petugas, Red) sudah mengantisipasi panas yang luar biasa di sana. Termasuk imbauan untuk lebih banyak istirahat di hotel atau tempat perkemahan,” papar alumni UIN Sunan Ampel Surabaya ini.
Masih menurut Qayyim, jemaah juga diimbau memperhatikan asupan air. Sebab, cuaca panas bisa berdampak pada dehidrasi. “Teman-teman dipantau oleh tim kesehatan agar minumnya diperbanyak,” tambahnya.
Baca Juga: Demi Putus Rekor Buruk di Pekan Pertama, Persik Ingin Kalahkan Borneo FC
Termasuk bagi jamaah yang telah menyelesaikan ibadah Wukuf di Arafah diimbau agar segera kembali ke perkemahan. Sebab, setelah Wukuf masih ada Tawaf dan Sai yang harus dipersiapkan.
“Diupayakan jangan ke mana-mana dan langsung istirahat di tenda untuk persiapan Tawaf dan Sai sebagai rangkaian dari ibadah haji,” tandas Qayyim.
Adapun terkait dua jemaah haji asal Kota Kediri yang sempat dirawat di rumah sakit beberapa waktu lalu, Qayyim memastikan kondisi mereka sudah membaik. “Alhamdulillah semua jemaah sehat. Waktu Wukuf di Arafah juga semua ikut,” pungkas Qayyim.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah