Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bocah SD Hanyut di Papar, Ditemukan di Jombang, Begini Kondisinya!

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 3 Juli 2023 | 17:37 WIB
IDENTIFIKASI: Eko Aprianto menunjukkan foto penemuan jasad anak tenggelam yang ditemukan di Dusun Garurejo, Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, Jombang pada kakek Raffahel Ardianto kemarin.
IDENTIFIKASI: Eko Aprianto menunjukkan foto penemuan jasad anak tenggelam yang ditemukan di Dusun Garurejo, Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, Jombang pada kakek Raffahel Ardianto kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Setelah dua hari pencarian, Raffahel Ardianto, 11, bocah yang hanyut di anak Sungai Brantas, Dusun Karanglo, Desa Ngampel Kecamatan Papar akhirnya ditemukan. Kemarin, jasad putra pasangan Kasianto, 40, dan Rinda Susilowati, 41, ini dievakuasi dari tepi sungai di area persawahan Dusun Garurejo, Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Sejak hilang Sabtu (1/7), Komandan Tim (Dantim) Basarnas Pos SAR Trenggalek Eko Aprianto mengatakan, pada hari kedua pencarian sekitar pukul 12.30 kemarin, ada laporan temuan mayat anak di sungai Dusun Garurejo. Ciri-cirinya sama dengan Raffa.

Hanya bercelana pendek hitam dengan strip oranye. Tanpa baju. Foto jenazah itu langsung ditunjukkan ke keluarga Raffa. “Saat itu dibenarkan pihak keluarga bahwa dia adalah anaknya. Langsung kami ke RSUD Jombang untuk mengambil jenazah bersama kakek korban,” ungkap Eko.

Informasi koran ini menyebut, pada Sabtu siang Raffa bersama 7 temannya bermain di sungai. Yaitu, Raka Feri Kurniawan, 10; Wahyu Nurokhim, 11; Fuad Kamaludin, 12; Haikal Bahrul Ulum, 10; Dafa, 9; Dani Prahisa Saheptian, 11; dan Refa, 11. Jaraknya tak jauh dari rumah Raffa.

Di sela bermain air, ketujuh teman Raffa keluar dari sungai hendak mencari tebu. Namun Raffa belum beranjak. “Diajak mentas sama teman-temannya untuk cari tebu, tapi nggak mau. Katanya masih mau kungkum (berendam),” kata Kepala Dusun (Kasun) Karanglo Endro Santoso.

Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 14.00 teman-teman Raffa melihatnya tenggelam. Celakanya, posisi sudah agak ke tengah sungai. “Tahu-tahu Raffa ini tenggelam hanya kelihatan tangannya,” imbuh Endro.

NAHAS: Petugas kepolisian dan TNI mendatangi lokasi penemuan anak tenggelam di aliran pecahan Sungai Brantas Megaluh, Jombang kemarin.
NAHAS: Petugas kepolisian dan TNI mendatangi lokasi penemuan anak tenggelam di aliran pecahan Sungai Brantas Megaluh, Jombang kemarin.

Teman-temannya berusaha menolong menggunakan tongkat untuk meraihnya. Sayang, mendekat jembatan keberadaan Raffa sudah tak tampak. Teman Raffa segera minta bantuan warga. “Mendatangi saya juga. Katanya Raffahel keli.. Raffahel keli (hanyut) neng Brantas. Saya langsung ke lokasi ajak warga,” aku Endro yang ketika dikabari 7 anak itu tengah tidur.

Warga langsung menyisir sungai. Mereka mengais dengan kaki, tangannya pegang tambang yang ditarik di dua sisi tepi sungai. Babinsa Ngampel Kasiani menjelaskan, penyusuran sungai sedalam 2,5 meter dan lebar sekitar 15 meter itu tak berhenti sampai sore. Usai Magrib disusur lagi. Jarak yang ditempuh sekitar 3 kilometer. “Sampai dam kedua, dam ke satu sekitar 2 km,” jelas Kasiani.

Malamnya, tim rescue, BPBD, Polsek Papar dan Polres Kediri membantu penyisiran dari tepi sungai per satu jam. “Untuk menjagani bila dia naik (mengapung),” ujar Kapolsek Papar Iptu Mulyono.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah