Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sosok Pelatih Karate Kabupaten Kediri Hari Bagijo

Karen Wibi • Senin, 3 Juli 2023 | 17:00 WIB
GIGIH: Hari Bagijo tetap enerjik melatih karate anak didiknya. Dia menerapkan metode khusus untuk kedisiplinan siswa.
GIGIH: Hari Bagijo tetap enerjik melatih karate anak didiknya. Dia menerapkan metode khusus untuk kedisiplinan siswa.

Bagi Hari Bagio, beladiri harusnya membuat damai. Bukannya jadi pemicu tawuran seperti beberapa kasus. Merasa prihatin, dia pun mengharuskan atlet yang dia latih menghafal surat-surat pendek dari Alquran.

KAREN WIBI, Kabupaten, JP Radar Kediri

“Bela diri itu seharusnya bisa membawa kedamaian, bukan malah bencana.” Kata-kata itu diucapkan oleh Hari Bagijo. Yang nota bene adalah sosok yang berkecimpung di dunia olahraga beladiri. Persisnya, dia adalah pelatih karate di bawah naungan KONI Kota Kediri. Pernyataan itu juga terucap di depan para atlet yang dia latih.

Bukan tanpa sebab Hari mengatakan itu. Setidaknya dia tergugah dengan insiden pengeroyokan dan pembacokan yang terjadi di Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Yang membuatnya trenyuh, pelakunya adalah oknum perguruan silat.

Padahal hal tersebut bisa saja dicegah. Salah satunya dengan membentengi murid-murid bela di dengan ilmu hukum dan agama. Seperti yang telah dilakukan pria 58 tahun itu ke 60 orang muridnya.

Upayanya itu tak sulit. Sebelum berlatih, tempatnya di dojo yang berada di Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Hari mengumpulkan semua muridnya. Sudah berseragam karate lengkap, para murid itu diminta berbaris.

Hari pun memberi wejangan. Menegaskan bila perkelahian di luar arena adalah hal yang salah. Terlebih jika hal tersebut dilakukan dengan keroyokan. “Saya tidak mau kalian di sini jadi berandalan di jalan raya,” ucapnya, dengan intonasi yang meninggi.

Puluhan atlet karate itu mendengarkan dengan seksama. Hari pun melanjutkan dengan memberi pengetahuan pasal-pasal hukum. Misalnya seperti Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan.

“Kalau sampai kalian melakukannya, berarti kalian harus siap dipenjara maksimal lima tahun,” ucapnya sekali lagi, masih dengan nada tinggi.

Para murid yang mendengar itu langsung mengernyitkan dahi. Tanda mereka benar-benar memerhatikan wejangan kepada sang guru.

Selain wejangan bab hukum, ada kebiasaan menarik yang dilakukan oleh kakek dua cucu tersebut. Yaitu meminta anak didiknya hafalan surat pendek Alquran sebelum berlatih. Hafalan tersebut paling tidak dilakukan satu minggu sekali.

“Terserah mereka mau hafalan surat apa, pokoknya setiap minggu ganti,” sambung pria yang juga ASN di Kota Kediri tersebut.

Lalu bagaimana jika tidak hafal? Hari tersenyum. Dia pun menghela nafas. Sembari menyebut bahwa ada hukuman bagi yang tidak hafal. Yaitu bergulung-gulung di matras hingga merasa pusing.

Menghafal surat pendek bukan hanya untuk mengajarkan pendidikan agama. Lebih dari itu, menghafal surat pendek juga bermanfaat mengajarkan daya ingat dari murid-muridnya. “Karena di karate pun juga harus ingat banyak gerakan,” tambahnya.

Metode yang dilakukan oleh Hari nyatanya bisa menghasilkan prestasi. Sejak melatih mulai 2000, tak terhitung penghargaan yang diterima anak didiknya. Yang terakhir, anak didik Hari mendapat medali emas di Porprov 2022. Dari enam atlet yang dikirim, dua di antaranya mendapat medali. Satu medali emas dan satu medali perak.

“Kalau dari turnamen yang lain sudah banyak sekali,” terangnya sembari melihat muridnya yang sedang bergulung-gulung di matras.

Selepas muridnya bergulung-gulung, Hari memberi waktu istirahat sebentar. Setelah itu, muridnya diminta untuk berdiri. Membuat barisan memanjang ke belakang.

Dengan satu teriakan, murid-muridnya langsung mengambil kuda-kuda. Sedetik kemudian mereka melakukan gerakan pukulan dan melanjutkan latihan. “Ingat ya, bela diri harus membawa kedamaian,” teriak Hari di sela-sela latihan. Kata-kata yang terus dia ulangi.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #kediri #Pelatih Karate #Tokoh #Sosok #karate