Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Cara Diana Rahmatul Putri, Galuh Kota Kediri Melestarikan Batik

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 3 Juli 2023 | 16:53 WIB

 

Photo
Photo

Di sela tugasnya sebagai Galuh Kota Kediri, Diana R. Putri menyiapkan diri di ajang Putra Putri Batik Jawa Timur. Ia juga telah menyelesaikan skripsinya dan rencana lanjut S2. Baginya, malas adalah musuh utama. Di masa muda, menurutnya, sayang banget menyia-nyiakan waktu.

Diana Rahmatul Putri Lestarikan Batik melalui Media Sosial
Berparas cantik dan berbakat mengantar Diana Rahmatul Putri terpilih jadi Galuh Kota Kediri 2022-2023. Predikat itu memudahkan gadis asal Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto ini mengenalkan batik kepada masyarakat.

Diana, panggilan akrabnya, memiliki perhatian lebih pada batik. Dia menyayangkan batik hanya dikenakan untuk acara formal. Karenanya duta wisata Kota Kediri ini ingin masyarakat terutama generasi muda bangga dengan batik. Baginya, batik merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. “Jadikan batik ini identitas kita,” jelasnya.

Baca Juga: Yang Terlempar di Jalur Zonasi PPDB SMK, Siswa Masih Berpeluang lewat Jalur Ini

Salah satu langkah yang saat ini dilakukan Diana untuk mengenalkan batik adalah melalui media sosial. Media itu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk hal-hal positif. Terlihat dari unggahan di Instagramnya yang kerap menampilkan foto dirinya mengenakan batik.

“Orang capek kerja biasanya lari ke media sosial, jadi sayang banget kalau sampai media sosial itu tidak dimanfaatkan,” ungkapnya sembari memberitahukan nama akun Instagramnya @di_anaputri.

Diana berharap dari batik yang dikenakannya bisa mendorong masyarakat turut memakainya. Salah satu contohnya, ada seseorang yang sengaja membeli batik sama persis dengan yang dikenakannya. Kemudian, pernah di suatu acara, salah satu penonton tertegun dengan busana batik Diana.

Photo
Photo


“Batiknya bagus banget beli di mana kak?” ungkap Diana saat mengingat pertanyaan penonton pada Grand Final Jaka Gadis Batik Kediri 2018.

Demi melestarikan batik, Diana tidak harus selalu mengenakan batik yang dijadikan pakaian. Namun, bisa diaplikasikan melalui aksesoris lainnya. Misalnya tas atau sepatu bermotif batik. “Biasanya kalau keluar saya memakai sepatu dengan motif batik. Terkadang juga tas, jadi nggak hanya baju tetapi aksesoris yang saya kombinasikan,” terang alumnus SMAN 4 Kota Kediri ini.

Rencananya, Diana akan menyiapkan diri mengikuti ajang Putra Putri Batik Jawa Timur. Di antaranya dengan mempelajari materi-materi tentang batik. Kemudian, berlatih catwalk dan public speaking. “Yang paling penting adalah bahasa Inggris dan batik yang akan digunakan untuk ajang tersebut,” beber perempuan kelahiran tahun 2000 itu.

Baca Juga: Marcelo Rospide Resah soal Finishing Touch, Ini Porsi Latihan Persik Kediri selama Satu Jam

Ternyata, di luar kesibukannya menjalani tugas Galuh Kota Kediri 2022 – 2023, mahasiswi berambut panjang ini baru saja menyelesaikan sidang skripsinya di Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Jurusan Kebidanan. Dia berencana melanjutkan pendidikan S2 dengan jurusan yang sama.

Bagaimana caranya mengatur waktu? Dia membeberkan, memilah urusan mana lebih penting dan yang bisa ditunda. Baginya, yang terpenting tidak meninggalkan kewajibannya. “Intinya tidak boleh malas, karena malas adalah musuh utama,” tegasnya.

Terakhir, Diana membagikan motivasinya dari salah satu quotes. Yaitu, kita itu adalah matahari, ketika kita muda kita adalah matahari pagi di mana kita harus memberikan sinar yang terang serta bermanfaat bagi banyak orang. Dan, ketika kita tua kita adalah matahari senja di mana ketika kita sudah bermanfaat bagi banyak orang. “Di masa muda ini sayang banget kalau sampai menyia-nyiakan waktu,” tandasnya.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Diana Rahmatul Putri #model #galuh kota kediri #diana